Polres Malang Bakal Bongkar Makam TKW

MALANG – Ingat dengan kematian Watik Iswahyuni, 19 tahun, tenaga kerja wanita (TKW) di Malaysia, yang diduga meninggal secara tidak wajar  pada Mei lalu?. Setelah sebulan lebih keluarga mencari keadilan untuk mengungkap kematiannya, akhirnya mendapat respon dari Polres Malang.
Dalam waktu dekat Polres Malang akan melakukan bongkar makam warga Jalan Kepodang Dusun Rancah Desa Senggreng, Sumberpucung. Bongkar makam dilakukan untuk keperluan otopsi jenazah korban. Untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya, harus dengan otopsi.
 “Karena perasaan keluargaan korban kematianya tidak wajar. Sedangkan surat kematian polisi di Malaysia, karena jatuh dari lantai 10. Maka untuk mengetahui penyebabnya harus bongkar makam dan dilakukan otopsi,” terang Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat.
Ia menambahkan, rencana bongkar makam tersebut merujuk dari surat pengajuan keluarga korban kepada Kapolres Malang untuk dilakukan bongkar makam. Keluarga mengajukan permohonan karena curiga dengan kematian Watik. Sebab jika jatuh dari lantai 10, korban sama sekali tidak mengalami patah tulang, ataupun luka pada kepala.
Lalu kapan waktunya ? Mantan Kasatreskrim Polres Tuban ini mengaku masih belum mengetahui kapan waktunya. Tetapi dia mengatakan secepatnya akan bongkar makam. “Kami masih harus koordinasi dengan Dokes Polda Jatim terlebih dahulu. Apakah nanti yang melakukan bongkar makam dan otopsi adalah petugas Dokes Polda Jatim, atau cukup dokter di RSSA Malang,” ujarnya.
Terpisah Dewi Arisandi kakak korban, mengatakan kalau keluarga siap jika memang Polres Malang akan melakukan bongkar makam. Karena itu adalah yang dinantikan pihak keluarga, untuk bisa mengetahui penyebab kematian sebenarnya.
“Waktunya kapan masih belum tahu. Yang jelas, pak Kasatreskrim minta kami supaya menyiapkan peralatan seperti tenda dan kain penutup jika bongkar makam,” tutur Dewi.
Ia mengatakan bahwa selama ini keluarga sudah berupaya untuk mencari kebenaran kematian adiknya. Pihaknya juga yang telah mengirim surat pengajuan ke Polres Malang untuk dilakukan bongkar makam. “Semua data-data terkait tentang kematian adik saya, sudah kami berikan semuanya ke polisi. Kami keluarga berharap kematian adik saya bisa segera diketahui penyebabnya,” paparnya.
Sekedar diketahui, kematian Watik Iswahyuni, 19 tahun, warga Jalan Kepodang RT20 RW07 Dusun Rancah Desa Senggreng, Sumberpucung, menjadi pertanyaan keluarga. Pasalnya tewasnya gadis yang menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di Malaysia ini ditengara banyak kejanggalan. Keluarga menganggap bahwa kematian Watik sengaja ditutup-tutupi. Apalagi sehari sebelum mendapat kabar bahwa Watik meninggal dunia, pihak PT Orientasari Mahkota Jalan Antartika 2A Buduran Sidoarjo, ngotot meminta uang tebusan sebesar Rp 9,5 juta kepada keluarga korban di Malang. Uang tersebut katanya untuk biaya pulang Watik, yang sudah tidak kerasan kerja di Malaysia.
Watik ini berangkat ke Malaysia sebagai TKW, pada Agustus 2013 lalu setelah lulus sekolah. Kemudian pada 13 Mei keluarga diberitahu kalau Watik telah meninggal. Watik meninggal dunia setelah jatuh dari lantai 10 blok Hostel. Jenazah Watik baru tiba di rumah duka pada 15 Mei sekitar pukul 21.00 dan langsung dimakamkan. Kematian Watik, juga dilaporkan ke Polisi Diraja Malaysia Balai Taming Jaya Daerah Kajang Kontinjen Selangor tanggal 12 Mei 2014 pukul 23.45 PM. (agp/aim)