Ngaku Dukun Sakti, Tipu Warga Dirgantara Rp 250 Juta

MALANG – Seorang pria yang mengaku sebagai dukun sakti, asal Dusun Prangas, Desa Klepu Kecamatan Sumbermanjing Wetan, akhir pekan lalu diamankan petugas Reskrim Polres Malang. Mathori alias Wardoyo Matari, 69 tahun ini, ditangkap karena melakukan penipuan. Korbannya adalah H. Syamsu Alam, 54 tahun, warga Perum Dirgantara, Kelurahan Lesanpuro Kedungkandang.
“Tersangka Mathori ini kami tangkap di rumahnya. Penangkapan dia, setelah barang bukti sudah cukup kuat. Ia sendiri, kami jerat dengan pasal 378 KUHP tentang tindak pidana penipuan,” ungkap KBO Reskrim Polres Malang, Ipda Eko Utomo.
Diperoleh keterangan, tindak pidana penipuan yang dilakukan Mathori ini sudah berlangsung lama, sejak pertengahan 2013 lalu. Saat itu, Syamsu Alam mendatangi rumah tersangka untuk meminta tersangka mengambilkan pedang samurai dengan cara gaib.
Melihat korbannya berduit, tersangka lalu mengiyakan saja. Padahal, Mathori sama sekali tidak pernah bisa mewujudkan hal itu. Selanjutnya tersangka meminta uang mahar kepada korban sebesar Rp 250 juta. Uang tersebut sebagai syarat untuk membeli minyak sebagai bahan ritual.
Karena percaya dan tidak merasa dibohongi, korban lalu menyerahkan uang yang diminta. Pertama diberikan Rp 50 juta kemudian selang beberapa hari, kekurangan uang Rp 200 juta. Setelah uang diberikan, ditunggu sampai beberapa hari ternyata apa yang diminta tidak bisa diwujudkan.
Korban yang akhirnya sadar telah tertipu, Februari 2014 lalu melaporkan penipuan tersebut ke Polres Malang. Berdasarkan laporan tersebut, polisi kemudian menyelidiki dan berhasil menangkap Mathori.
Yang menarik dari penangkapan Mathori ini, selain mengamankan beberapa barang bukti berupa satu buah pedang samurai jening selendang sepanjang 140 sentimeter, 1 batang candu gelung, satu botol minyak bohor maghrobi, satu botol minyak saiful anwar serta satu botol minyak jin apel warna kuning emas. Polisi juga mengamankan uang palsu (upal), yaitu 13 lembar upal pecahan 100 ribu dollar Amerika, serta 50 bendel upal Brasil pecahan 5000 Cinco Mil Cruzados. Setiap bendel berisi 100 lembar.
“Upal tersebut masih kami kembangkang. Karena yang bersangkutan mengaku dapat dari seseorang,” ujar Eko Utomo.
Sementara itu, dalam keterangannya tersangka mengaku mendapatkan pedang samurai serta uang asing tersebut dari Romo Agung Arif Kusno Saputro. “Saya mendapatkan barang-barang itu dengan diminta membayar Rp 50 juta. Tidak tahunya semuanya palsu, dan saya juga tertipu. Romo Agung Arif Kusno Saputro itu mengaku dari Yogyakarta,” tutur tersangka Mathori.(agp/aim)