Musnahkan 3150 Botol Miras

MALANG – Kado manis pada hari ulang tahun (HUT) ke-68 Bhayangkara, diterima 93 anggota di jajaran Polres Malang. Mereka mendapat penghargaan negara dengan dinaikkan pangkatnya setingkat lebih tinggi. Penghargaan khusus tersebut diberikan kepada anggota yang selama ini dinilai berprestasi.
Kapolres Malang AKBP Adi Deriyan Jayamarta mengatakan, dari 93 anggota yang mendapat penghargaan kenaikan pangkat, yang berpangkat perwira hanya satu orang yaitu dari perwira pertama (Pama) ke perwira menengah (pamen). Penghargaan tersebut diterima Kapolsek Turen Kompol Kamsidi, yang sebelumnya berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP).
“Sedangkan lainnya (92 anggota) yang mendapat penghargaan kenaikan pangkat adalah anggota Bintara. Upacara pemberian penghargaan kenaikan pangkat ini, sudah dilakukan sehari sebelum HUT Bhayangkara,” terang Adi Deriyan.
Soal pencapaian target, mantan Kapolres Madiun Kota ini memang mengakui belum bisa sempurna. Tetapi dirinya akan terus berupaya memberikan pelayanan dan pengamanan sebaik-baiknya kepada masyarakat.
“Memang ada beberapa hal permasalahan yang menjadi sorotan publik yang belum selesai. Tetapi mudah-mudahan sebentar lagi, atas kerjasama dengan pihak Kejaksaan Negeri Kepanjen, kasus tersebut segera mendapat kepastian hukum. Kasus yang menjadi sorotan publik nasional adalah kasus kematian mahasiswa ITN, Fikri Dolasmantya Surya,” papar mantan penyidik KPK ini.
Upacara HUT ke-68 Bhayangkara kemarin pagi dilaksanakan di halaman Mapolres Malang. Upacara yang dipimpin komandan upacara (Dan-up) Iptu M Fadli Amri dan Inspektur Upacara (Irup) AKBP Adi Deriyan Jayamarta, dibuat sederhana sekali. Tidak ada hiburan ataupun tasyakuran, karena bersamaan dengan bulan Ramadan.
Usai upacara kegiatan dilanjutkan dengan pemusnahan barang bukti minuman keras (Miras). Sebanyak 3150 botol miras berbagai merek dan jenis dimusnakan secara bersama-sama dengan disaksikan seluruh Muspida se-Kabupaten Malang. Di antaranya Bupati Malang, Ketua DPRD Kabupaten Malang, Ketua PN Kepanjen serta  Kajari Kepanjen.
“Barang bukti miras yang dimusnahkan hari ini, adalah hasil giat operasi cipta kondisi (Cipkon) selama ini. Mulai menjelang pemilihan legislatif (Pileg) sampai menjelang bulan Ramadan. Operasi miras ini akan terus kami lakukan, sampai wilayah Kabupaten Malang nantinya benar-benar bebas dari peredaran minuman beralkohol,” tandasnya.(agp/han)