Polres Ambil Alih Kasus Percobaan Pembunuhan

H Hariri Zuhri ayah korban bersama beberapa saksi saat dimintai keterangan di Polres Malang.

MALANG – Kasus penganiayaan dan percobaan pembunuhan yang dialami Muhammad Ismail, 23 tahun, warga Jalan Darul Tauhid, RT 05 RW 02, Desa Brongkal Pagelaran yang selama ini ditangani Polsek Pagelaran, kasus tersebut kemarin diambil alih oleh Polres Malang. Alasannya, karena pelaku belum tertangkap, juga para pelaku berusia di bawah umur.
“Kasusnya kami ambil alih karena pelakunya masih anak-anak. Termasuk salah satu pelaku yaitu Wahyu Cahyo yang diketahui anak perangkat desa masih berstatus pelajar SMA,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat.
Setelah menerima pelimpahan berkas perkara dari Polsek Pagelaran, kemarin penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang memanggil beberapa orang saksi, termasuk korban untuk dimintai keterangan. Para saksi dimintai keterangan untuk mendalami kasus penganiayaan yang nyaris berujung maut.
“Mereka kami mintai keterangan untuk memastikan jumlah pelaku yang melakukan pengeroyokan. Termasuk mencari tahu peran dari masing-masing pelaku. Kalau dari keterangan korban, pelaku berjumlah sekitar enam orang,” tutur Wahyu.
Selain itu, mantan Kasatreskrim Polres Tuban ini mengatakan, bahwa saksi-saksi dimintai keterangan untuk mencari data korban lain yang pernah menjadi korban pengeroyokan Wahyu Cahyo Cs.
 “Muhammad Ismail ini adalah korban yang ketiga. Sebelumnya ada korban pertama dan kedua yang pernah dianiaya oleh pelaku yang sama. Kami akan mendata korban lain yang pernah dianiaya, meski permasalahan sudah diselesaikan kekeluargaan,” terang Wahyu.
Sekadar diketahui, Selasa 17 Juni lalu sekitar pukul 18.30 lalu, Muhammad Ismail dikeroyok oleh enam orang pemuda di depan rumahnya. Salah satunya adalah Wahyu Cahyo, anak seorang perangkat desa setempat. Akibat pengeroyokan, korban menderita beberapa luka bacok di tubuhnya. Mulai tangan kiri, lengan kiri, hingga kepala bagian kiri hingga daun telinga korban nyaris putus. Namun meski sudah dilaporkan ke polisi, tetapi sampai saat ini belum ada satu pun tersangka yang ditangkap.(agp/aim)