14 Siswa SMPN 1 Tajinan Dititipkan di LP Lowokwaru

Para tersangka ketika menjalani rekontruksi pengeroyokan hingga menewaskan teman sekolahnya, Muhammad Andi Nur Fahmi beberapa waktu lalu.

MALANG – 14 siswa SMP Negeri 1 Tajinan yang menjadi tersangka pengeroyokan hingga menewaskan teman sekolahnya, Muhammad Andi Nur Fahmi, warga Desa Tangkilsari, Tajinan, akan segera disidangkan. Kemarin pagi, mereka dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kepanjen.
Pelimpahan tersangka tersebut, setelah berkas perkaranya telah dinyatakan P21 (lengkap) oleh Jaksa. Keempat belas tersangka yang dilimpahkan tersebut masing-masing berinisial, AG, 14 tahun, JF, 14 tahun dan FR, 15 tahun. Ketiganya adalah pelaku utama yang berulangkali melakukan pemukulan terhadap korban Andi, terutama di bagian kepala belakang. Mereka juga dijerat Pasal 80 Ayat 3 UU Nomor 23 Tahun 2003 tentang kekerasan yang mengakibatkan kematian.
Kemudia lainnya, IT, 16 tahun, AR, 14 tahun, RD, 16 tahun, RZ, 15 tahun, BD, 14 tahun, AZ, 13 tahun, MF, 15 tahun, KA, 14 tahun, GA, 14 tahun, SN, 14 tahun serta FN, 15 tahun. Sebelas tersangka ini, dikenakan Pasal 80 junto Pasal 55 UU Nomor 23 Tahun 2003. Yaitu hanya turut serta ikut melakukan kekerasan hingga korban meninggal dunia.
“Berkas perkara dinyatakan P21 oleh pihak Kejaksaan baru Rabu (2/7). Kemudian hari ini (kemarin pagi, red) kami limpahkan para tersangka ke kejaksaan,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat kepada Malang Post.
Menurutnya, 14 tersangka pengeroyokan tersebut dilimpahkan setelah selama 29 hari mereka meringkuk di balik rutan Mapolres Malang. Berkas perkara yang dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kepanjen, dibagi atas tiga berkas sesuai dengan peran masing-masing. “Ada yang berperan sebagai eksekutor, ada yang memegangi dan ada yang hanya ikut-ikutan saja,” ujar mantan Kasatreskrim Polres Tuban itu.
Sementara itu, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Kepanjen M Usman mengatakan, bahwa 14 tersangka pengeroyokan tetap dilakukan penahanan. Pihak Kejaksaan sudah memikirkan secara matang penahanan para tersangka yang usianya masih di bawah umur. Apalagi penahanan terhadap mereka juga telah memenuhi syarat.
“Dalam kasus ini ada tersangka yang menjadi saksi tersangka lain. Namun juga ada saksi yang tidak menjadi tersangka. Jika mereka tidak dilakukan penahanan, khawatir bisa mempengaruhi saksi lain. Selain itu, juga untuk menghindari balas dendam keluarga korban. Sehingga penahanan ini sekaligus untuk mengamankan tersangka,” terang M Usman.
Selama masih menjadi tahanan kejaksaan, lanjut Usman, penahanan 14 tersangka tersebut sementara akan dititipkan di LP Lowokwaru. Karena jika dititipkan di tahanan anak di Blitar, sangat terlalu jauh. Apalagi keempat belas tersangka tersebut masih harus menjalani persidangan.
Sekedar diketahui, Muhammad Andi Nur Fahmi alias Andi meregang nyawa di RS Panti Nirmala, pada awal bulan Juni akibat pendarahan di kepala. Dia dikeroyok sekitar 20 teman sekolahnya. Pengeroyokan itu dilakukan di dalam ruang kelas, lapangan basket dan depan sekolah ketika hendak pulang. Pengeroyokan terjadi karena korban dituduh telah mengisikan air ke dalam tangki bensi motor pelaku.(agp/aim)