Gugatan Anak Kandung Tidak Diterima

Sengketa Rumah Jalan Diponegoro 2 Malang
MALANG-  Hakim Pengadilan Negeri (PN) Malang menyatakan tidak dapat menerima gugatan yang diajukan Ani Indra Sudibjo atau Ani Hadi Setyowati, 59 tahun terhadap objek rumah di Jalan Diponegoro 2 Malang, yang sekarang masih ditempati orang tua kandungnya, H. Achmad Jakoen Tjokrohadi dan Hj. Boediarti. Majelis hakim yang diketuai Achmad Guntur SH, menyatakan gugatan yang dilayangkan warga Pondok Bambu asri Blok No 18 RT003 RW009, Kelurahan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur itu adalah Nebis in Idem.
“Apa yang digugat atau diperkarakan sudah pernah diperkarakan dan telah ada putusan yang telah berkekuatan hukum tetap dan bersifat positip seperti menolak gugatan atau mengabulkan,” katanya dalam amar putusan itu. Seperti diketahui, dianggap mengingkari akta hibah rumah di Jalan Diponegoro 2 Malang, Ani menggugat kedua orang tuanya. Di gugatan perdata nomor 6/PDT.G/2014/PN.MLG, Ani mengaku sebagai pemilik tanah dan bangunan rumah tersebut karena sudah mendapat akta hibah nomor 162/Klj/17/1999 tanggal 11 November 1999 dari kedua orang tuanya, yang dibuat di notaris Tri Sukmawati Handayani SH.
Menurutnya, dengan akta hibah itu, telah terjadi peralihan hak yang sah secara hukum dari kedua orang tuanya. Yang disesalkannya, Tjokro, ayahnya yang pensiunan tentara berpangkat kolonel, malah melakukan pengingkaran terhadap akta hibah itu. “Seseorang tidak boleh dituntut untuk kedua kalinya dalam kasus yang sama. Dalam perkara ini, bukan masalah wanprestasi namun lebih kepada hak atas objek itu,” tegas Guntur.
M.S Arjana SH, M.Hum, pengacara Tjokro dan Boediarti mengaku senang dengan putusan hakim itu. Dengan demikian, Arjana juga menyatakan bila rumah tersebut adalah milik kedua kliennya. “Kalaupun mereka banding, kami persilahkan. Namun sudah jelas dengan putusan hakim, bahwa tidak bisa menerima gugatan karena objeknya sama,” terangnya. (mar)