Pengeroyok Mahasiswa Mesum Dituntut 4 Bulan

Warga Griyashanta seusai sidang tetap semangat membela kedua warganya hingga putusan nanti.

MALANG- M. Anugerah Huse, mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (UB) saat ini mungkin bisa tersenyum. Sebab,  JPU Kejari Malang menuntut masing-masing empat bulan penjara untuk dua warga Griyashanta yang menjadi terdakwa, yakni Sekretaris RT08, Hari Subianto dan satpam Yuliono. Menurut jaksa, keduanya dianggap terbukti melakukan pengeroyokan Huse dan Rara Jingga, pacarnya dengan bukti pendukung keterangan korban dan visum rumah sakit.
Hal yang memberatkan, lanjut jaksa, selain membuat Huse dan Rara luka, kedua terdakwa dianggap tidak mengakui perbuatannya. Namun, hal yang meringankan, yakni Hari dan Yuliono belum pernah dihukum.  Musolli SH dan Nariyanto SH, kuasa hukum kedua terdakwa mengatakan akan menyusun pembelaan. Namun mereka mengaku, tuntutan jaksa terlalu mengada-ada. “Tidak masuk akal kalau yang dikenakan adalah pasal 170 KUHP karena fakta di lapangan, hanya Yuliono yang memukul,” tutur Musolli.
Pihaknya akan membenarkan tuntutan itu, bila yang diterapkan adalah  pasal 352 KUHP. “Kita memang harus mengakui itu. Tapi khusus pak Hari, tidak bisa dituntut karena melakukan pengeroyokan. Dia hanya memisah daripada nanti malah muncul perkelahian. Dia tidak melakukan apa-apa. Fakta yang terungkap di persidangan, akhirnya tidak sama dengan apa yang ada dalam pemeriksaan polisi,” urainya.  
Di sisi lain,  Musolli juga mempermasalahkan tanggal penerbitan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) korban Huse. Di situ tertulis, BAP dibuat hari Jumat, tanggal 14 Mei 2013 pukul 02.00. Padahal, ungkap dia, kejadiannya adalah 13 Juni 2013 pukul 21.30. “Secara hukum sebenarnya sudah salah. Itu keteledoran penyidik,” tegas dia. Sementara itu, Sugiharso, juru bicara warga Griyashanta berkeyakinan setelah pembelaan  nanti, hakim akan membebaskan kedua warganya.
“Kami atas nama warga, berkeyakinan setelah pembelaan nanti, insyaAllah bebas semua. Yang istimewa, support selalu hadir dari warga unduk mendukung pak Hari dan Yuliono dalam persidangan. Sebab, warga tahu bila faktanya tidak seperti yang dilaporkan Huse dan penyidikan polisi,” tegas Sugiharso. Seperti diberitakan, rumah kontrakan Huse di Griyashanta Blok L-216 digerebek warga Griyashanta. Mereka juga menemukan Rara Jingga, hanya mengenakan celana dalam di salah satu ruangan.  Namun, kedua mahasiswa Universitas Brawijaya ini malah melaporkan pengeroyokan terhadap dirinya ke Mapolsekta Lowokwaru. (mar)