Sopir Dibunuh, Muatan Dirampok

BUKAN KECELAKAAN: Truk tronton ini masuk jurang karena kesengajaan, setelah sopirnya dibunuh.  

BATU - Sebuah truk tronton nopol B9374U0 masuk jurang di sepanjang jalan Raya Pujon, Dusun Gloyong Desa Ngroto Kecamatan Pujon, Jumat (4/7) kemarin. Semula warga mengira kendaraan tersebut masuk jurang karena rem blong.

Namun, saat dilakukan pengecekan oleh aparat kepolisian saat tiba di TKP, sang sopir sudah ditemukan dalam keadaan tewas dan kedua kakinya terikat oleh tali rafia. Bagian wajah rusak dan penuh dengan luka-luka, serta di bagian rusuk kiri juga ada bekas luka. Sopir tersebut diketahui bernama Iin (39) warga Kertasana Pagelaran Kabupaten Pandeglang Jawa Barat.

Kejadian tersebut menarik perhatian masyarakat sekitar maupun pengendara yang melintas, untuk sekilas melihat langsung kondisi truk yang terguling tanpa muatan. Heri Suwanto warga RT05/RW02 Desa Ngroto mengaku, saat melintas sekitar pukul 01.00 dinihari, tidak terlihat ada mobil truk masuk jurang karena kondisi Jalan Raya Pujon gelap gulita, serta jarang sekali pengendara melintas. Selain itu, kalaupun kendaraan besar masuk jurang pasti suaranya terdengar warga sekitar.”Saya baru tahu saat dikabari teman, kalau ada truk masuk jurang. Dan saat itu sopirnya sudah meninggal serta mengeluarkan bau busuk,” kata Heri kepada Malang Post.
Menurut dia, tidak mungkin truk tronton ini jatuh tanpa sebab karena tidak ada tanda dan bekas kendaraan di jalan. Kuat dugaan, truk tronton ini dibajak bajing loncat, untuk mengalihkan motifnya korban serta kendaraan dibuang di sekitar jalan sepi pengendara di Kecamatan Pujon. Sedangkan barang dalam truk diambil dan dinaikkan kendaraan lain.”Kalau kejadian seperti ini biasanya kena bajak, barang dirampas dan sopir dibunuh,” ujarnya.

Sementara itu, Museman warga RT 19/RW03 Desa Ngroto yang rumahnya hanya berjarak sekitar 200 meter dari TKP, mengakui saat dirinya jagongan di depan rumah, sekitar pukul 12.15 truk tronton ini melintas dengan kecepatan sedang. Namun, Museman tidak melihat dengan jelas ada berapa orang dalam kendaraan. Saat itu, kondisi jalan sangat sepi dan setelah truk melintas ada dua orang mencurigakan, salah satunya membawa tas kecil warna coklat, dan satunya lagi mengenakan jaket kulit warna hitam.”Dua orang ini sempat mencegat mobil di tengah jalan,” akunya, sembari menyebut bahwa baru pukul 05.30 WIB dirinya tahu jika truk yang semalam melintas sudah masuk jurang.

Terpisah, Kasatlantas Polres Batu, AKP Yudi Wahyu Hindarto menduga truk tronton ini sebelumnya bermuatan oli. Ia juga membenarkan bahwa truk masuk jurang ini bukan karena hilang kendali, tapi lebih pada kesengajaan.  Terakhir kali, informasi yang didapat truk tronton ini melintas di Tol Jakarta Utara Padalarang pada 30 Juni lalu serta pada Kamis (3/7) kemarin sekitar pukul 07.50 ditilang di Lamongan lantaran truk kelebihan muatan.” Kami cek dulu dari pihak tol dan CCTV di beberapa titik di Kota Batu, sehingga dapat diketahui jam berapa truk ini melintas di Kota Batu dan masuk jurang,” papar pria yang menggantikan I Gusti Made Merta ini.

Pantauan di lapangan, kepolisian langsung melakukan olah TKP, sedangkan warga tumpek bleg penasaran melihat truk yang masuk jurang dan sopirnya tewas. Belum ada penanganan atau evakuasi bangkai kendaraan ini, sebab situasi jalan masih padat.(mik/han)