Polisi Buru Kenek Tronton

BATU – Polsek Pujon dan Polres Batu terus melakukan penyelidikan terkait dugaan perampokan dan pembunuhan terhadap sopir truk tronton, Iin (39) warga Pandeglang Jabar hingga kemarin. Polres membentuk satu tim khusus hingga koordinasi dengan Polda Jatim untuk mengungkap pembunuhan dengan jasad dibuang bersama truk, B 9374 UO di Jalan Raya Gloyong Desa Ngroto Kecamatan Pujon Kabupaten Malang, Jumat (4/7/14) malam.
Dari hasil penyelidikan, petugas mengetahui jika truk tersebut membawa oli dari Jakarta dengan tujuan Surabaya. Namun perusahaan apa yang mengirim oli tersebut, hal itu masih dalam penyelidikan. Sejauh ini petugas juga belum mampu menemukan oli yang sempat dibawa oleh truk.
Bisa jadi oli itu diturunkan di tempat khusus di wilayah Surabaya atau bahkan sekitar Malang. Besar kemungkinan, lokasi menurunkan oli tersebut juga menjadi tempat eksekusi sopir yang mayatnya dibuang di wilayah Pujon tersebut.
‘’Saat berada di Lamongan, truk masih penuh dengan oli. Itu artinya, lokasi menurunkan oli setelah wilayah Lamongan. Surabaya atau bahkan sekitar Malang bisa menjadi lokasi menurunkan oli sekaligus menghabisi nyawa sopir,’’ tegas salah satu petugas kepada Malang Post.
Saat ini petugas juga masih fokus mencari kenek truk tronton itu karena keberadaannya masih misterius. Saat ada proses tilang di Lamongan, di dalam truk terdapat dua orang. Satu orang tersebut diduga sebagai kenek truk berisi oli itu.
‘’Saksi kunci adalah kenek truk. Siapa dia dan dimana sekarang keberadaanya, itu yang harus ditemukan terlebih dahulu untuk mengungkap misteri kejadian. Kalau kenek itu sekarang tidak ada, hal itu sangat aneh,’’ tambahnya lagi.
Sementara itu Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Adi Sunarto membenarkan pihaknya intensif melakukan penyelidikan. Saat ini beberapa saksi sudah dimintai keterangan. Hanya saja saksi tersebut adalah warga Pujon yang mengetahui kali pertama truk masuk jurang hingga mereka mengetahui orang-orang mencurigakan.
‘’Beberapa saksi dari TKP sudah dimintai keterangan. Mereka adalah warga Pujon di sekitar kejadian,’’ kata Adi Sunarto, kemarin.
Pihaknya masih menunggu kedatangan keluarga korban ke Batu atau Malang. Informasi yang diberikan oleh pihak keluarga korban sangat berarti untuk membantu petugas kepolisian dalam mengungkap pembunuhan disertai perampokan itu.
‘’Kami berusaha menghubungi keluarga korban untuk datang ke Malang,’’ tegasnya sambil menyebutkan, mayat korban masih berada di RSSA Malang.
Di sisi lain, bangkai tronton yang masuk jurang di Pujon masih belum dievakuasi hingga kemarin. Bangkai truk tersebut menjadi tontonan warga setempat hingga pengguna jalan di jalur barat Kota Malang itu. Sebelum kejadian ini, di lokasi tersebut juga pernah ada sebuah truk terperosok. Namun kejadian tersebut murni kecelakaan. Saat itu petugas membutuhkan waktu beberapa hari untuk melakukan evakuasi.  
Seperti diberitakan kemarin, sebuah tronton B 9374 U0 masuk jurang di Dusun Gloyong Desa Ngroto Kecamatan Pujon. Diprediksi sebelumnya kendaraan masuk jurang karena rem blong. Namun setelah petugas Lalu Lintas Polres Batu melakukan olah TKP, sang sopir sudah ditemukan dalam keadaan tewas dan kedua kakinya terikat oleh tali rafia. Bagian wajah rusak dan penuh dengan luka-luka, serta di bagian rusuk kiri juga ada bekas luka. (feb)