Deteksi Lokasi Pembongkaran Oli

BATU - Polisi tak hanya mengejar pelaku pembunuhan Iin, 39 tahun, warga Kampung Purut RT 9 RW 3, Kertasana Pagelaran, Kabupaten Pandegelang, Jawa Barat Jumat (4/7) lalu. Namun juga menyelidiki sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat pembongkaran satu kontainer oli yang dibajak. Bahkan malam minggu (5/7) lalu, di Singosari juga digelar operasi khusus di sejumlah lokasi.
Meski demikian, informasi utama masih dihimpun Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Batu. Polisi memastikan bahwa mayat yang ditemukan tergeletak di kabin truk tronton tersebut adalah Iin. Kepastian tersebut kini tidak hanya berdasarkan foto kopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang ditemukan di TKP, namun juga berdasarkan kesaksian keluarga korban.
Kakak korban sudah tiba di Kota Batu dan turut menyaksikan proses otopsi di kamar mayat RSSA Malang.
“Kakak korban yakin betul bahwa mayat korban pembunuhan tersebut adalah Iin, dilihat dari cirri-ciri fisik dan pakaian yang dikenakan,” terang Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Adi Sunarto mendampingi Kapolres Batu, AKBP Windiyanto Pratomo.            
Menurut Kasat, kakak korban yakin setelah melihat korban menggunakan dua gelang yang dikenakan korban. Keyakinan ini semakin bertambah setelah melihat sabuk yang dikenakan serta beberapa ciri-ciri fisik lainnya.            
Polisi juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap kakak korban. “Kita sudah BAP (Berita Acara Pemeriksaan) kakak korban,” terang Kasat.  Menurut kakak korban, Iin memiliki 3 orang anak, ia berangkat dari rumahnya di Pandegelang pada hari Senin, 30 Juni 2014 sekitar pukul 09.00.            
“Dari rumah ia berangkat ke kantor Ekspedisi PT Bina Wahana Mandiri dimana dia bekerja, kemudian di mendapatkan order diperintahkan mengirim oli ke Surabaya,” jelas Kasat. Dari situ, korban berangkat membawa satu kontainer oli merek Federal dari kantor PT Bina Wahana Mandiri yang berada di Komplek Rukan Sentra Jakarta Utara pada hari Selasa, 1 Juli 2014 malam.           
“Menurut keterangan dari ekspedisi dia berangkat sendiri, tanpa kenek,” terang kasat. Biasanya, korban berangkat bersama keneknya, yang tidak lain adalah anaknya sendiri yang masih berusia 13 tahun. Namun saat itu, anaknya berhalangan, hingga akhirnya korban berangkat seorang diri.
Diperkirakan korban dibunuh di daerah Jawa Barat (Jabar), ada beberapa tempat yang dicurigai menjadi tempat eksekusi. Polisi menduga waktu truk tronton ini ditilang Dishub pada hari Kamis (3/7) sekitar pukul 07.45, Iin sudah menjadi mayat.            
Bahkan saat Fauzan, petugas DLLAJR Lamongan menilang, sopirnya bukan lagi Iin, alias Iin sudah tergeletak di ruang istirahat. “Melihat kondisi mayat korban yang sudah mulai membusuk, saat ditilang itu, korban sudah meninggal dunia,” ujar kasat.            
Kontainer saat ini memang masih penuh muatan oli, ia memperkirakan oli ini dibongkar disatu tempat di luar Malang Raya. “Kalau di Malang terlalu sempit untuk membongkar kontainer oli, pasti di luar Malang,” terangnya.  
Dua tim bentukan Satreskrim Polres Batu sudah disebar diberbagai penjuru, mulai dari Lamongan dan Gresik serta berkoordinasi dengan Jatanras Polda Jatim untuk mengungkap kasus pembunuhan sopir truk tronton ini.
Di Singosari, Petugas kepolisian terus mengintensifkan penyelidikan kasus perampokan dan pembunuhan sopir truk tronton. Termasuk melakukan penyelidikan terhadap muatan oli yang dirampok. Ada indikasi, oli yang dirampok tersebut, disembunyikan di daerah Kabupaten Malang bagian utara.
Kapolsek Singosari Kompol Deky Hermansyah masih melakukan pendalaman terkait kasus ini. “Memang semua dugaan itu mungkin saja terjadi. Namun, hingga kini kami belum menemukan indikasi yang kuat mengarah ke hal itu (Oli yang dirampok diturunkan di Singosari),” ujarnya kepada Malang Post kemarin.
Dugaan oli diturunkan di Singosari berhembus kencang, setelah pada hari Sabtu (5/7) malam, Polsek Singosari, Koramil Singosari dan Kecamatan Singosari melakukan patroli gabungan. Menanggapi hal tersebut, mantan Kasat Reskrim Polres Malang ini menyatakan bahwa itu merupakan operasi rutin yang dilakukan setiap hari Sabtu.
“Biasanya patroli yang kami lakukan untuk mengobrak balapan liar yang selama ini marak di wilayah Singosari tiap akhir pekan. Ya bisa saja saat patroli itu kami menemukan kasus lainnya yang dapat terungkap atau mengembang,” ujar  Perwira Menengah (Pamen) dengan satu melati di pundaknya tersebut. Namun, dia siap membantu Polres Batu untuk menyelidiki kasus tersebut.(big/muh/ary)