Ditinggal Salat, Ratusan HP Disikat Maling

TUMPANG- Jelang lebaran, aksi kejahatan makin marak dan tidak kenal waktu. Seperti yang terjadi di counter HP Java Mobile di Jalan Raya Malangsuko depan SMPN 1 Tumpang, menjadi sasaran aksi pencurian pada Minggu (6/7) siang.
Akibat kejadian itu, ratusan unit HP senilai sekitar Rp 28 juta di etalase counter dan uang tunai Rp 2,4 juta, amblas dibawa kawanan pelaku yang diperkirakan lebih satu orang. Penanggung jawab counter, Ahmad Kusairi, 30 tahun warga Jalan Raya Karanganyar-Poncokusumo, langsung mengadukan perkara ke Polsek Tumpang.
“Kejadiannya diperkirakan sekitar pukul 15.20. Sementara pelaku, beraksi tidak kurang dari 20 menit,” kata Kusairi kepada Malang Post.
Diceritakan korban, peristiwa bermula ketika siang itu, dirinya hendak menjalankan salat Ashar di Masjid Malangsuko yang berjarak sekitar 30 meter dari. Karena setiap kali menjaga selalu seorang diri, korban pun kemudian menutup dahulu counter dan menggembok pintu utama.
Berselang 20 menit setelah salat, korban tanpa curiga langsung kembali ke counter. Hanya saja, pria yang indekos di Desa Malangsuko-Tumpang itu, dibuat terkejut begitu mengetahui gembok pintu utama sudah dalam posisi tidak terkunci. Sementara kondisi pintu utama, juga dalam kondisi sedikit terbuka.
Kontan saja, Kusairi yang curiga langsung membuka pintu counternya. Saat itulah, diketahui bahwa ratusan HP di dua etalase yang tidak dikunci, sudah raib dan menyisakan tempat untuk memajang HP. Sementara uang yang ditaruh di dalam counter, juga ikut disikat pelaku.
“Saya langsung tanya ke counter sebelah kanan (Counter Rebon milik Fahrul), tetapi tidak tahu. Dari kejadian itu, saya langsung lapor ke polisi,” ujar korban yang tidak menyangka jika counternya yang berada di kawasan ramai atau persis di sisi Jalan Raya Tumpang, akan menjadi sasaran aksi pencurian.
Penjaga Counter Rebon, Fahrul, dalam keterangannya mengaku terkejut dengan musibah yang dialami rekan sesama counter. Terlebih, lokasi counternya dengan milik korban berdekatan.
“Ketika kejadian berlangsung, counter saya buka. Namun, saat itu memang saya ada di dalam counter. Jadi, tidak tahu dan mendengar kalau sampai kemalingan. Saya baru tahu, setelah kejadian itu terjadi,” ujarnya.
Kanitreskrim Polsek Tumpang, Iptu Heriani, dikonfirmasi terpisah membenarkan mengenai kejadian itu. Ada dugaan, pelaku yang beraksi dengan merusak gembok pintu counter, dilakukan lebih satu orang. Hanya saja, siapa-siapa pelakunya masih dilakukan pengembangan.
“Ada dugaan, pelaku sudah mengintai counter korban lebih dahulu. Makanya, begitu counter ditinggal salat, langsung dijadikan sasaran pencurian,” katanya. (sit/aim)