Orgil Banyak Luka Tewas di Lapangan

KEPANJEN- Ketenangan warga sekitar Desa Wonokerto, Kecamatan Bantur, Minggu (6/7) malam, berubah mendadak gempar. Warga digegerkan dengan penemuan mayat tanpa identitas atau biasa disebut Mr X di Lapangan Wonokerto. Saat ditemukan pertama kali, mayat tersebut dalam kondisi mengenaskan.
Yakni terdapat tanda-tanda bekas penganiayaan terdapat di tubuh korban, seperti telinga dan hidung mengeluarkan darah. Selain itu, di badan serta wajahnya terdapat bekas bengkak lebam seperti dipukuli. Belum diketahui apakah penyebab kematian korban maupun luka-luka yang membekas tersebut, apakah akibat aniaya oleh seseorang.
“Untuk lebih jelasnya tentang penyebab kematian korban sendiri, jenazah sudah kami bawa ke Kamar Mayat RSSA Kota Malang untuk diotopsi. Disamping itu, kami juga menyelidiki dengan memintai keterangan para saksi atas penemuan mayat ini,” ujar Kapolsek Bantur AKP Karmidi kepada wartawan kemarin.
Dijelaskannya, beberapa warga sekitar lima hari yang lalu, korban terlihat berlalu-lalang di sekitar lapangan tersebut. Namun, warga sekitar mengetahui korban merupakan orang gila. Kata mantan Kapolsek Pagelaran ini, korban sering meresahkan warga. Yakni dengan melempari orang yang ditemuinya dengan batu dan sering mengomel.
“Masyarakat sekitar mengenal korban adalah orang gila. Tapi, masyarakat tidak tahu darimana asalnya korban tersebut,” ujar Periwira Pertama (Pama) dengan tiga balok di pundaknya ini. Masyarakat sekitar kemudian dikagetkan setelah korban ditemui sudah tidak bernyawa pada hari Minggu (6/7) malam sekitar pukul 20.30 wib.
Saat kali pertama ditemukan, korban memakai baju compang-camping berwarna putih, celana hitam dan tidak memakai alas kaki. Untuk ciri-ciri lainnya yakni rambut keriting, tinggi badan 165 cm dan diperkirakan berusia 45 tahun.
“Selain luka lebam serta telinga dan hidung mengeluarkan darah, tidak teradapat bekas luka-luka seperti dibunuh, contohnya luka tusukan,” terangnya. Setelah ditemukan, kemudian mayat korban dievakuasi oleh PMI Kabupaten Malang dan dibawa ke Kamar Mayat RSSA Kota Malang.
Dia menghiumbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya dengan ciri-ciri seperti itu, supaya mendatangi Kamar Mayat RSSA Kota Malang. Atau bisa juga datang ke Polsek Bantur, untuk mengecek kebenarannya. (big/aim)