Empat Teroris Ditahan di LP Lowokwaru

MALANG -  Empat tahanan teroris  jaringan Abu Rohan di tahan di LP Lowokwaru terhitung kemarin sore. Di LP peninggalan Belanda itu mereka menjalani hukuman antara delapan  sampai sembilan  tahun. Empat teroris yang menjalani masa tahanan di LP Lowokwaru itu masing-masing, Budi Utomo divonis 10 tahun, Wagiyono dihukum 10 tahun, Agung Fauzi divonis  sembilan tahun dan Budi Supriyatin alias Pak Dokter  dihukum delapan tahun penjara.
Empat teroris tersebut sebelumnnya ditahan di Mako Brimob di Jakarta. Mereka dibawa dari Jakarta dengan penerbangan pesawat Sriwijaya. Selama penerbangan hingga Bandara Abd Saleh, mereka dikawal enam anggota Densus 88 dan seorang petugas Kejagung.
Begitu tiba di Bandara Abd Saleh, petugas Polres Malang Kota langsung menggiring para teroris itu ke dalam mobil rantis yang sudah disiagakan. Dikawal ketat satu truk polisi dan sejumlah polisi yang mengendarai motor langsung menuju LP Lowokwaru.  “Mereka dibawa dari Mako Brimob karena sudah divonis oleh pengadilan. Selanjutnya tinggal menjalani hukuman di LP Lowokwaru,” jelas Kasi Pidum Kejari Malang, Dodik Hermawan, SH.
Kepala LP Lowokwaru, Drs Herry Wahyudiono, Bc.IP, MH menjelaskan, empat teroris penghuni baru LP langsung ditempatkan di Blok 12. Rencananya diamankan  dalam blok khusus dengan pengamanan ketat itu selama 12 hari dan dievaluasi.   
“Sel di blok 12 itu merupakan sel pengasingan. Memiliki sistem pengamanan super ketat dengan tiga pintu. Ruangannya berukuran 1,5 meter kali 2 meter,” jelasnya.
Setelah menjalani masa pengasingan selama 12 hari dan dievaluasi, kemudian mereka akan dipertimbangkan apakah boleh berbaur dengan napi lain atau belum. Soal hak politik mereka yakni menjadi pemilih saat Pilpres besok, Herry belum memastikan. Sebab dia harus mempelajari dulu masa tahanan. “Saya belum bisa memastikan itu. Karena harus mengetahui masa tahanan mereka,” katanya saat diwawancarai sebelum empat teroris itu tiba di LP Lowokwaru.
Saat ini di LP Lowokwaru terdapat 1.815 warga binaan. Delapan di antaranya, termasuk empat tahanan teroris baru  merupakan tahanan dengan kasus terorisme. Karena terdapat napi teroris, pengamanan di LP tersebut diperketat.  Setiap harinya terdapat 12 orang petugas pengaman internal LP Lowokwaru yang disiagakan. (van/han)