725 Petasan Disita Polsek Singosari

SINGOSARI- Demi menjaga suasana kondusif di bulan Ramadan dan menghadapi Pilpres besok, Polsek Singosari menggelar operasi cipta kondisi Senin (7/7). Hasilnya, petugas berhasil menyita 725 petasan illegal. Seorang penjualnya juga diamankan yakni Yulianto, 40 tahun, warga Dusun Biru Desa Gunungrejo Singosari.
Kanit Reskrim Polsek Singosari Ipda Poernomo mengatakan, keberhasilan menangkap tersangka atas informasi masyarakat yang menyebutkan dia sering menjual petasan. Informasi dari masyarakat tersebut, lalu ditindaklanjuti dengan dilakukan penyelidikan. Setelah dilakukan penyelidikan, informasi dari masyarakat tersebut benar adanya.
“Kemudian kami memutuskan menangkap tersangka, sekaligus melaksanakan operasi cipta kondisi,” ujar Ipda Poernomo kepada Malang Post kemarin.
Saat ditangkap di rumahnya, tersangka tidak bisa mengelak dari perbuatannya tersebut. Lantaran ditemukan barang bukti 725 buah petasan yang disimpan di dalam kamarnya.
Mantan Kanit Laka Lantas Polres Malang ini menjelaskan, tersangka menjual petasan sejak bulan Juni lalu. Dalam pengakuan saat diperiksa, tersangka mendapatkan petasan tersebut dari adik keponakan berinisial IM yang saat ini sedang diburu petugas. Sedangkan IM diketahui mendapatkan petasan tersebut, dari Kabupaten Pasuruan.
“Petasan yang dijual tersangka, berbentuk kecil-kecil dan sudah dikemas dalam bungkusan plastik. Satu bungkus plastik berisi lima buah petasan,” kata perwira pertama (Pama) dengan satu balok di pundaknya tersebut.
Sedangkan tersangka menjual petasan tersebut seharga antara Rp 500-Rp 1.000 per bungkus plastiknya. Atas perbuatannya tersebut, tersangka dijerat dengan Pasal 1 UU Darurat No 12 Tahun 1951 tentang sengaja membawa, menyimpan dan menguasai bahan peledak tanpa disertai surat maupun dokumen yang sah. “Yang ancaman hukumannya itu sendiri, adalah maksimal 20 tahun kurungan penjara,” tegasnya.
Sementara itu, tersangka sendiri baru kali ini memperjual belikan petasan tersebut. Menurutnya, yang membeli petsannya itu mayoritas adalah anak-anak. “Saya jual petasan itu buat kebutuhan lebaran nanti. Baru pertama kali menjual petasan, ditangkap Pak Polisi di rumah saya,” sesalnya. (big/aim)