Kabur, Samiyo Jadi DPO

Lantas kapan perbuatan cabul terjadi ? Menurut cerita Miaji, yang kemarin ditemui di Polres Malang usai dimintai keterangan, berawal saat Samiyo menyampaikan kepada salah satu saudara SL, kalau korban diganggu (guna-guna) oleh orang. Sebab itulah, usai bercerai dengan suaminya sekitar 8 tahun lalu, SL tidak laku menikah dan akan terus menjanda.
Pernyataan itu kemudian disampaikan kepada SL serta Sumari orangtua SL. Akhirnya berharap anaknya bisa menikah lagi, Sumari kemudian meminta Suliono (paman SL) mengantarkan berobat kepada Masiyo, pada Jumat (4/7) malam. Keduanya lalu mendatangi rumah Samiyo.
Setelah mengutarakan tujuannya, Samiyo lalu mengajak SL dan Suliono ke sebuah pondok yang berjarak sekitar tiga kilometer. Setiba di pondok, Suliono diminta menunggu. Sedangkan SL diajak Samiyo ke pondok ketiga yang berjarak sekitar 200 meter.
Di pondok berukuran 3 x 2,5 meter itulah, SL dicabuli. Awalnya SL diminta melepas baju serta BH. Setelah terlepas, Masiyo lalu meraba-raba dengan alasan bagian dari pengobatan. “Dia (Masiyo, red) juga meminta SL untuk mengeluarkan (maaf) air maninya sendiri,” ujar Miaji.
Tetapi karena tidak bisa, Samio lalu meminta korban melepas seluruh pakaiannya. Saat telanjang bulat inilah, korban SL dicabuli. Pertama tidak berhasil karena korban menangis, dan kedua baru berhasil. Hubungan intim tersebut, diakui sebagai upaya pengobatan menghilangkan guna-guna. Baru setelah itu, korban diminta pulang sembari diancam untuk tidak memberitahukan kepada siapapun.
Setiba di rumah, SL yang menangis tidak langsung mengadu. Orangtuanya yang curiga lalu mendesak untuk mengatakan apa yang terjadi. Begitu diceritakan kejadian sebenarnya, orangtua SL yang tidak terima lantas mengadukan ke perangkat desa. Selanjutnya kejadian itu dilaporkan ke Polres Malang.
“Selama ini, Samiyo memang dikenal sebagai dukun. Dia memang sering diminta orang untuk menyembuhkan penyakit. Dan yang datang untuk berobat setiap harinya memang ada saja. Bahkan, kebanyakan yang berobat bisa sembuh,” kata Pandri, Ketua RT56 RW11,  yang rumahnya tak jauh dengan rumah Samiyo.
Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat dikonfirmasi mengatakan kalau laporan pencabulan tersebut sudah diterima. Pihaknya juga sudah memintakan visum serta memeriksa beberapa saksi. Bahkan, Samiyo sudah ditetapkan menjadi tersangka kasus pencabulan itu. “Tetapi karena yang bersangkutan kabur, maka dia kami jadikan DPO kami,” tegas mantan Kasatreskrim Polres Tuban.(agp/aim)