Cabuli Janda, Rumah Dukun Cabul Dirusak Massa

Miaji, Kasun Sukorejo bersama Ketua RT56 Pandri dan Ketua RT57 Lawan, serta Suliono paman korban usai dimintai keterangan di Polres Malang

MALANG – Suasana Dusun Sukorejo, Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan Senin (7/7) malam kemarin, mencekam. Ratusan massa dengan membawa pentungan dan batu, mendatangi rumah Samiyo, 57 tahun. Mereka mengamuk merusak rumah Samiyo serta seluruh parabot yang ada.
Kemarahan warga ini dipicu dengan perbuatan Samiyo, yang telah membuat aib di kampung. Pria yang diketahui sebagai orang pintar (dukun) serta bisa menyembuhkan segala penyakit, telah mencabuli seorang janda berinisial SL, 25 tahun, warga sekitar. Korban dicabuli saat berobat kepada Samiyo.
Kapolsek Gedangan AKP Edi Sunyata saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian pengerusakan itu. Namun ia belum mengetahui apakah yang melakukan pengerusakan rumah itu, hanya warga Dusun Sukorejo, Desa Tumpakrejo saja ataukah ada warga dari dusun dan desa lainnya.
“Jumlah massa yang datang ke rumah Samiyo saat itu sangat banyak sekitar 200 orang lebih. Mereka marah karena kesal dengan ulah Samiyo yang berbuat cabul,” ungkap Edi Sunyata.
Informasinya, sebelum pengerusakan Senin malam kemarin, pada Minggu (6/7) siang SL didampingi keluarga serta perangkat desa (Ketua Dusun, Miaji) datang ke Polres Malang. Mereka melaporkan perbuatan Samiyo yang telah melakukan perbuatan asusila. Polisi yang mendapat pengaduan, lalu memintakan visum serta memeriksa saksi-saksi.
Ternyata perbuatan Samiyo, yang dilaporkan ke polisi didengar oleh warga dan tersulut amarahnya. Senin malam tanpa ada komando, warga berkumpul dan bergerak ke rumah Samiyo. Mereka mencari keberadaan pemilik rumah. Tetapi yang bersangkutan sudah kabur. Di rumah hanya ada istrinya, Suwarni, serta dua anaknya yang berusia 14 tahun dan 2 tahun.
Karena yang dicari tidak ada, warga lalu melampiaskan dengan merusak rumahnya. Seluruh perabot rumah tangga hancur. Sementara istri serta dua anaknya diselamatkan warga dengan diungsikan ke rumah tetangga. Mereka hanya bisa menangis melihat massa merusak rumahnya.
“Saya saat itu sedang keluar, kemudian ditelpon oleh Pandri dan Lawan, kalau massa ngamuk. Saya langsung pergi ke lokasi untuk meredam warga yang mau membakar rumahnya,” ujar Miaji, Kasun Sukorejo.
Setelah merusak rumah Samiyo, massa kemudian melanjutkan ke sebuah pondok kedua milik Samiyo yang berjarak sekitar tiga kilometer. Pondok yang dijadikan tempat tunggu keluarga pasien yang berobat ini, ikut dirusak dan dibakar. Termasuk pondok ketiga yang berjarak sekitar 200 meter dari pondok kedua, yang menjadi tempat pencabulan ikut dirusak.
Aksi massa ini baru berhenti setelah, petugas dari Polsek Gedangan datang ke lokasi untuk meredam warga. Bahkan kejadian itu, juga mengundang Kapolres Malang AKBP Adi Deriyan Jayamarta bersama Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat datang ke lokasi untuk melihat kondisi pasca pengerusakan.(agp/aim)