Polisi Tetapkan Ibu Pembuang Bayi Sebagai Tersangka

RN saat masih dirawat di Puskesmas Sumberpucung, usai melahirkan.

MALANG – RN, 17 tahun, siswi salah satu SMK di Kepanjen yang sengaja membuang bayinya sendiri usai dilahirkan, ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik UPPA Polres Malang. Ia terbukti bersalah dan dijerat dengan pasal 77 Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang, penelantaran anak. Pernyataan tersebut disampaikan Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat kemarin.
Meski statusnya sebagai tersangka, RN tidak dilakukan penahanan. Atas berbagai pertimbangan, warga Dusun Krajan, Desa Jatiguwi, Sumberpucung tersebut diwajibkan lapor setiap Senin dan Kamis. RN diberikan kesempatan untuk merawat anak perempuan yang sempat dilahirkan. Selain itu, juga karena kondisi RN yang masih lemas dan lemah.
“Untuk RN statusnya sudah kami jadikan tersangka. Ia sudah kami mintai keterangan, dan memang mengakui perbuatannya. Tetapi dia tidak kami tahan, hanya wajib lapor. Namun untuk kasusnya tetap kami lanjutkan sampai nanti persidangan,” terang Wahyu Hidayat.
Siapa yang menghamili RN ? Mantan Kasatreskrim Polres Tuban ini mengatakan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan, RN mengaku hamil hasil hubungan gelap dengan kekasihnya. Pacar RN ini diketahui masih berstatus pelajar dan teman sekolahnya.
“Identitas pria yang menghamili RN, sudah kami kantongi. Saat ini kami masih menyelidiki keberadaannya. Yang jelas dia ikut bertanggungjawab, karena melakukan persetubuhan terhadap anak di bawah umur,” ujarnya.
Sekedar diketahui, seorang ibu di Dusun Krajan, Desa Jatiguwi Kecamatan Sumberpucung, Sabtu lalu tega membuang bayi yang baru dilahirkan. Bayi berjenis kelamin perempuan itu, dibuang dekat kandang ayam belakang rumahnya. Beruntung keberadaan bayi cepat ditemukan, sehingga nyawanya bisa tertolong.
RN nekat membuang bayi yang baru dilahirkan, kemungkinan karena malu. Pasalnya, bayi tersebut diduga hasil dari hubungan gelap dengan kekasihnya. Apalagi selama ini, baik tetangga dan keluarga tidak ada yang mengetahui kehamilannya. Sekalipun ibunya yang tinggal serumah juga tidak tahu.(agp/aim)