Asyik Sahur, Indomaret Lawang Dirampok

Indomaret di Jalan Sumberwuni Lawang inilah, yang menjadi sasaran perampok

MALANG – Upaya polisi meredam aksi perampokan di toko waralaba, masih belum berhasil. Faktanya, aksi perampokan di minimarket Indomaret, kembali terjadi Rabu (9/7) dini hari lalu. Kali ini yang menjadi sasarannya adalah toko modern yang ada di Jalan Sumberwuni, Lawang.
Dari aksinya tersebut, pelaku yang diketahui berjumlah empat orang berhasil membawa kabur uang dalam brankas senilai Rp 17 juta, serta HP dan dompet milik salah satu karyawan.
“Korban sudah laporan ke Polsek Lawang. Kasusnya sedang ditangani dengan melakukan penyelidikan. Anggota di lapangan juga sudah meminta keterangan saksi-saksi untuk mencari tahu ciri-ciri pelakunya,” ujar Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat.
Diperoleh keterangan, aksi perampokan tersebut terjadi pukul 03.15. Pelaku berjumlah empat dengan bersenjata parang. Saat kejadian, Indomaret dijaga dua orang karyawan. Mereka saat itu sedang menikmati makan sahur.
Ketika sedang santap sahur, datang empat orang dengan berboncengan dua sepeda motor. Mereka lalu masuk dengan mengenakan helm untuk menutupi wajahnya. Setelah masuk, keempatnya mendekati dua karyawan yang duduk di bawah meja kasir. Keempatnya lalu menodongkan senjata tajam parang, yang kemudian meminta ditunjukkan tempat penyimpanan brankas.
Mungkin karena takut dilukai, apalagi jumlah mereka kalah banyak, kedua karyawan tersebut lantas menunjukkan lokasi brankas. Uang tunai senilai Rp 17 juta di dalam brankas itupun dikuras. Tidak puas, pelaku juga merampas HP merek Samsung serta dompet milik salah satu karyawan. Baru setelah itu, para pelaku langsung kabur.
Aksi para pelaku ini sebenarnya sempat terekam kamera CCTV yang ada di Indomaret. Namun karena mereka memakai helm, wajah mereka tidak diketahui. Dugaan sementara, pelaku perampokan ini sama dengan pelaku perampokan di Indomaret dan Alfamart lainnya.
“Kondisi jalan saat itu sedang sepi. Kami tidak mengira kalau mereka itu mau merampok. Sebab menjelang Pilpres banyak orang yang berjaga di TPS. Tidak tahunya begitu masuk, mereka langsung mengancam dengan senjata parang,” tutur salah satu karyawan yang tidak mau menyebutkan namanya.(agp/aim)