Rumah Meledak, Satu Kritis

MALANG – Warga Jalan Polowijen Gg II, Rt 02/03 Kelurahan Polowijen, Kecamatan Blimbing, Sabtu (12/7/14) kemarin subuh, gempar  karena terjadi ledakan keras di rumah keluarga Fauzi (50).
Sekitar pukul 03.15 WIB dini hari, rumah pasangan Fauzi dan Ponijah yang berada di pemukiman padat penduduk itu hancur berantakan. Atap dan gentengnya tidak bersisa dan reruntuhan atap menumpuk di lantai. Rumah yang kira-kira luasnya tidak sampai 70 meter persegi itu hanya menyisakan dinding bercat merah di ruang depan. Kaca jendela dan pintu sudah terlepas dari kerangkanya.
Kondisi lebih parah dapat ditemukan bila melihat lebih ke dalam. Batu bata tampak menggunung. Saking parahnya, dari dalam rumah Fauzi dan Ponijah itu bisa terlihat dinding rumah tetangganya.  
Selain kerusakan fisik rumah, ledakan membuat Fauzi terluka parah di sekujur tubuhnya, sedangkan Ponijah hanya luka ringan di bagian kepala. Kejadian bermula saat Ponijah terbangun sekitar pukul 03.00 WIB dan melihat suaminya Fauzi, sedang menonton siaran ulang piala dunia Brazil vs Jerman. Saat itu juga Fauzi minta tolong kepada istrinya untuk dibuatkan minuman hangat.  
Lantaran Ponijah merasa ingin buang air kecil, dia beranjak ke kamar mandi dan meninggalkan rebusan air di dapur. Saat itulah tiba-tiba terdengar ledakan dari ruang depan rumah hingga membuat atap kamar mandi runtuh dan menimpa Ponijah. Saat itu juga aliran listrik terputus dan membuat rumah gelap gulita.
Meski terkena runtuhan atap kamar mandi dan sebagian dinding yang juga runtuh, Ponijah masih bisa berdiri dan segera berlari ke dapur karena teringat air yang ia rebus.  “Saat bisa keluar dari kamar mandi, saya segera mematikan kompor dan melihat suami di ruang depan. Tubuhnya telah tertimbun reruntuhan, lukanya menjalar dari ujung kaki sampai kepala,” ungkapnya dengan bibir bergetar.
Dia menambahkan, luka yang dialami suaminya tidak hanya terlihat seperti tertimbun reruntuhan, melainkan lebih tampak seperti luka bakar. Namun ia tak dapat memastikan penyebab dari luka tersebut.  Sekarang Fauzi sedang dirawat di RS Saiful Anwar dan masih tidak sadarkan diri.
Warga sekitar tidak ada yang mengetahui kejadian tersebut dengan pasti sebab sebagian besar masih tidur. “Saat itu saya masih tidur dan langsung terbangun  karena suara ledakan yang cukup keras,” ujar Nur Yasin, tetangga Fauzi.
Hingga saat ini polisi masih melakukan penyelidikan atas penyebab ledakan di rumah Fauzi.  Kapolsek Blimbing Kota Malang Kompol Agus Guntoro mengatakan tercium ‘bau’ atau aroma yang mencurigakan di area ledakan. Namun ia masih enggan mendeskripsikan tentang bau tersebut.
“Memang ada bau, tapi kami tidak simpulkan jenisnya. Biarkan tim dari Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim melakukan olah TKP lebih dulu,” kata.
Bahan Pembuat Petasan
Terpisah, Kapolres Malang Kota AKBP Totok Suharyanto kepada Malang Post tadi malam  mengatakan sumber ledakan yang terjadi di rumah Fauzi, warga Jalan Polowijen II Kecamatan Blimbing dini hari kemarin, berasal dari bahan peledak. Kepastian itu berdasarkan hasil olah TKP Tim Labfor cabang Polda Jatim.
“Dari hasil olah TKP, bahwa ledakan itu berasal dari serbuk bahan peledak untuk membuat petasan. Namun apakah yang meledak itu adalah petasan yang sudah jadi atau masih serbuknya, masih kami selidiki,” ungkap Totok Suharyanto.
Totok yang pernah menjabat Kasatreskrim Polres Malang Kota ini juga belum mengetahui apakah korban termasuk pembuat petasan. Karena sampai semalam, Fauzi sendiri kondisinya masih kritis dan belum bisa dimintai keterangan. Sementara saksi lain, sama sekali tidak tahu.
“Kalau dia memproduksi atau tidak, kami masih belum tahu. Korban belum bisa dimintai keterangan. Namun beberapa hari sebelumnya korban memang pernah membeli serbuk bahan peledak untuk membuat petasan,” ujarnya.
Ia menambahkan, saat ini pihaknya juga masih menyelidiki asal usul bahan peledak yang meledak hingga menghancurkan rumah Fauzi tersebut. Apakah dibeli dari toko bangunan atau perorangan. Sebab besar kemungkinan, serbuk bahan peledak itu, tidak hanya dijual kepada Fauzi, melainkan ke warga lain.(erz/agp/han)