Upah Rp 150 Ribu per Bulan, Bingung Biaya Operasi Rp 20 Juta

Ponijah tidak menyangka kondisi suaminya, Fauzi, akan separah sekarang. Sekujur tubuhnya ditutupi luka dan darah. Dalam kondisi tertekan, dia menahan air mata melihat tubuh Fauzi tidak berdaya di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang.
Belum selesai memikirkan suaminya, kabar buruk kembali datang. Kali ini berasal dari rumah sakit. Lantaran kritis dan tidak sadarkan diri, Fauzi harus menjalani operasi. “Operasi apa lagi? Kenapa lagi suami saya?,“ sahutnya saat mendengar kabar suaminya harus dioperasi.
Dia pun tambah pusing tujuh keliling, sebab demi kesembuhan suaminya itu dia harus mengeluarkan dana yang tak sedikit. “Biayanya pasti mahal, saya bingung harus mencari uang dari mana,“ terangnya kepada Malang Post kemarin.
Wajar Ponijah bingung, sebab untuk mengurusi hidupnya sehari-hari saja sudah kesulitan. Kesehariannya dia mengais rezeki dengan menjadi pemulung di sepanjang kali sekitar Polowijen. Pendapatannya  hanya sebesar Rp 150 ribu – Rp 200 ribu sebulan. Itu pun bila sedang beruntung, karena tidak jarang Ponijah baru mendapat uang sebesar itu dalam waktu dua bulan.
“Semuanya tergantung seberapa banyak yang saya dapat untuk ditukar,“ sambungnya.
Namun ia tak punya pilihan lagi jika ingin sang suami sembuh. Akhirnya, Ponijah beranjak meninggalkan rumah sakit untuk mencari pinjaman. Sedangkan tugasnya menjaga Fauzi digantikan  adiknya Juma’yah bersama kemenakannya, Rika Yuni.
Juma’yah mengatakan, bila ditotal biaya operasi untuk Fauzi berkisar Rp 15 juta – Rp 20 juta, itu belum obat dan biaya yang lainnya. Kemarin, mereka juga tidak bisa mengurus surat keterangan tidak mampu di kelurahan tempat Ponijah tinggal sebab kantor tutup di akhir pekan.
“Terpaksa mbak Ponijah harus mendatangi tetangga-tetangganya untuk meminjam uang. Mungkin malam ini (tadi malam, red) dia akan kembali ke rumah sakit dan hari Senin (14/7) akan segera diurus surat keterangan tidak mampunya,“ ujar perempuan berambut ikal ini.
Rika menambahkan, sekarang bibinya tidak bisa bergantung kepada siapa pun sebab ia tak memiliki anak dari pernikahannya dengan Fauzi.
“Kalau Fauzi punya anak dari mantan istrinya. Dia (anak Fauzi, red) sudah menikah, sekarang tinggal di Jombang. Kami belum memberitahunya karena khawatir akan kepikiran,“ ujar Rika. (erz/han)