Putus Cinta,Pemuda Wonosari Bunuh Diri

WONOSARI -  Gara-gara putus cinta, Ewa Andika, 15 tahun, warga Dusun/Desa Kebobang, Wonosari nekat mengakhiri hidupnya akhir pekan lalu. Pemuda lulusan SMP Negeri 1 Ngajum ini gantung diri dengan seutas tali tampar yang diikatkan di blandar kayu rumahnya.
Karena pihak keluarga menerima kematiannya, usai dievakuasai jenazah korban hanya dimintakan visum luar di Puskesmas Wonosari. "Dari hasil olah TKP sama sekali tidak ditemukan bekas tanda kekerasan. Korban meninggal dunia murni karena gantung diri," ungkap Kapolsek Wonosari AKP Affan Junaedi.
Diperoleh keterangan peristiwa yang menggemparkan warga sekitar tersebut terjadi pukul 16.00. Saat kejadian korban yang merupakan anak tunggal, sedang berada di rumah sendirian. Asnan, 40 tahun, ayahnya sudah lama bekerja di Kalimantan. Sementara Naning, 35 tahun, ibunya pergi belanja.
Sebelum nekat gantung diri, siang harinya korban sempat SMS kekasihnya. Dia mengirim pesan kalau akan nekat gantung diri kalau tidak mau balikan. Korban sendiri sebelumnya diputus sepihak oleh kekasihnya yang memiliki pacar lagi.
Karena tidak ada balasan, sore harinya korban coba berkirim pesan lagi. Tetapi lagi-lagi tidak mendapat jawaban. Lantaran putus asa, korban lalu nekat mengakhiri hidupnya.
Kejadian yang dialami korban ini, kali pertama diketahui Mbah Samik, neneknya yang berniat berkunjung melihat korban. Saat masuk rumah, Samik kaget setelah melihat cucunya tergantung. Dia lalu berteriak minta tolong hingga didengar warga sekitar.
Warga yang berdatangan berusaha menolong korban yang masih terlihat kejang. Tetapi usaha itu sia-sia karena nyawanya keburu melayang. Lantaran menganggap kematiannya tidak wajar, warga lalu melaporkan ke perangkat desa yang kemudian diteruskan dengan melapor ke petugas Polsek Wonosari.(agp/nug)