Sumber Ledakan Tunggu Labfor

MALANG – Polisi belum berani menyimpulkan penyebab ledakan dahsyat di Jl Polowijen Gg II, Kelurahan Polowijen, Kecamatan Blimbing. Meski beberapa barang bukti sudah diamankan hingga kemarin. Namun kesimpulan masih harus menunggu uji Laboratorium Forensik (Labfor) lebih dulu di Surabaya.
Saat ditemui di kediaman adiknya yang berada tidak jauh dari TKP, Ponijah, pemilik rumah meledak Polowijen itu mengatakan kepada Malang Post bahwa sumber ledakan bisa jadi disebabkan serbuk petasan milik suaminya, Fauzi.
“Suami saya memang senang main petasan di bulan Ramadan” ujar wanita asli Malang ini.
Dia menambahkan, sesaat setelah kejadian berlangsung Fauzi sempat mengatakan asal-muasal ledakan. Pria yang kesehariannya jadi tukang bangunan di wilayah Dinoyo itu menyatakan ledakan berasal dari petasan. “Petasan,” kata Ponijah menirukan Fauzi.
Mulanya Ponijah tidak terkejut bila mendengar suaminya itu bermain petasan, sebab sudah menjadi kebiasaan Fauzi di setiap Ramadan bermain petasan. Tempat favoritnya di sawah sebelah utara rumahnya.
Menurut keterangan Ponijah, Fauzi melakukan hal tersebut sekedar untuk hiburan. Lagipula, suaminya sering mengajak anak-anak dengan tujuan menghibur mereka.
“Mereka bersenang-senang disana, jadi bagi saya itu sudah biasa,” imbuh Ponijah.
Namun, wanita yang kesehariannya bekerja sebagai pengumpul rongsokan itu tidak tahu kalau di Ramadan kali ini Fauzi berusaha untuk meracik sendiri. Biasanya, lanjut Ponijah, suaminya selalu membeli petasan jadi bila sedang ingin bermain. Wanita berusia 50 tahun ini mengatakan di hari sebelumnya Jumat (11/7) lalu, bahan baku petasan itu belum ada.
“Meski tinggal satu rumah, Pak Ji (panggilan Akrab Fauzi, red) tidak pernah bilang kalau memiliki bahan baku petasan. Saya pun tidak tahu dia menyimpan barang itu dimana,” ungkap wanita berambut ikal ini.
Ketika disinggung soal kaleng yang sempat dicurigai polisi, Ponijah mengatakan kalau barang tersebut adalah rongsokan yang dia kumpulkan sehari-hari. Demikian pula kertas, sebuah kotak kayu dan benda-benda lain rongsokan lain yang sempat diperiksa polisi.
Menurut Ponijah, terlalu berlebihan bila barang-barang tersebut merupakan peralatan untuk membuat bom ledakan. “Kerjaan saya mulung kok. Wajar kalau banyak rongsokan di dalam rumah saya. Kalau diperiksa ke dalam, akan banyak ditemukan barang rongsokan lainnya,” terang Ponijah.
Kendati demikian, dia membantah kalau Ponijah berusaha untuk menjual petasan. Kesehariannya sudah disibukkan dengan pekerjaan bangunan.
Ini diamini oleh Sriani, adik Ponijah. Dia tidak yakin kalau iparnya itu berani melakukan hal tersebut. “Pak Ji dikenal ramah dengan warga sekitar, tak mungkin dia akan melakukan hal itu,” jawabnya.
Nur Yasin, tetangganya pun mengatakan demikian. “Pak Ji memang sering main petasan di sawah, tapi tidak mungkin dia menjual petasan tersebut,” tandasnya.
Sementara itu, meski keluarga Fauzi telah mengamini petasan sebagai sumber ledakan, Kapolsek Blimbing, Kompol Agus Guntoro tetap tidak berani menyimpulkan sumber ledakan. “Kita tunggu hasil uji laboratorium forensik dulu. Saya tetap tidak bisa menduga-duga,” ujarnya.
Untuk diketahui, ledakan yang menimpa keluarga Fauzi terjadi Sabtu (12/7) kemarin pukul 15.00 WIB. Ledakan terjadi Ponijah sedang berada di kamar mandi. Sedangkan, Fauzi berada di depan televisi menonton siaran ulang piala dunia Brasil vs Jerman. Kondisi rumah sederhana itu rusak parah, tinggal menyisakan setengah dinding.
Sampai saat ini, Fauzi masih dirawat di rumah sakit. Sekujur tubuhnya dipenuhi luka bakar, dari kaki sampai wajah. Fauzi baru menjalani operasi kemarin malam di bagian kaki. (erz/ary)