Korban Bank Danamon Tuntut Polisi Tuntaskan Kasus

MALANG–  Thomas Kusumajaya, 55 tahun, warga Jalan Peltu Sujono Malang menuntut penyidik Satreskrim Polres Malang Kota untuk segera menuntaskan perkara pidana Bank Danamon yang dilaporkannya, Maret 2014 lalu. Sebab, hingga kini, polisi dianggap tidak menunjukkan kemajuan penyidikan atas laporannya Nomor K/LP/399/III/2014/Jatim Res Mlg Kota. “Hingga hari ini (kemarin), saya belum mendapatkan informasi secuil pun terkait laporan saya terkait pidana Bank Danamon,” ujarnya.
Dalam tanda bukti tersebut, sebagai terlapor adalah pimpinan Bank Danamon Cabang Malang Kawi atas sangkaan melanggar Pasal 49 UU Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan atas UU Nomor 7 Tahun 1992 tentang perbankan. Langkah hukum yang diambil distributor bawang merah dan putih ini, sengaja dilakukannya karena  Bank Danamon Malang Kawi sudah salah membuat laporan debitur dalam Sistem Informasi Debitur (SID).
Seperti diketahui, Thomas menggugat Bank Danamon secara perdata dan melaporkan pidana karena bank itu telah membuat laporan terkait Thomas yang dikatakan sebagai debitur yang mengalami kolektabilitas 2 (call 2). Akibatnya, bisnis yang dikelolanya pun macet hingga menyebabkan pihak ketiga juga membatalkan semua perjanjian bisnis dengan Thomas. “Saya harapkan, penyidik juga tidak berhenti atau memperlambat menangani kasus ini,” tegas dia.
Dua kuasa hukumnya, yakni M.S Alhaidary SH, MH dan Budi Susanto, SH juga mendesak agar polisi bertindak cepat untuk memeriksa saksi-saksi ataupun pihak Bank Danamon yang dilaporkan. “Masalahnya, kasus ini sudah lama dilaporkan. Seperti tidak ada kemajuan dalam penyidikan,” papar Haidary. Apalagi, semua barang bukti untuk menjerat Bank Danamon sudah diserahkan.
Mulai surat pernyataan tidak pernah terlambat membayar angsuran kredit yang dikeluarkan Bank Danamon Capem Dinoyo, surat penolakan kredit yang dikeluarkan Bank BTPN, berkas keterangan SID Bank Indonesia yang menyatakan dia sebagai debitur yang menunggak dan beberapa surat lain. Dikonfirmasi hal ini, Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Adam Purbantoro menolak memberikan komentar. Dia hanya mengatakan, penyidik masih memproses perkara tersebut. (mar)