Sopir Tanki BBM Meninggal di Musala SPBU

SINGOSARI- Stasium Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Mondoroko Kecamatan Singosari, mendadak heboh kemarin pagi. Penyebabnya, seorang sopir tanki BBM bernama Muhajir, 38 tahun, warga Jalan Sahlan RT 03 RW 03 Kecamatan Maguan Kabupaten Gresik, ditemukan tidak bernyawa di dalam musala SPBU.
“Tidak ditemukan bekas luka-luka yang terdapat di tubuh korban. Penyebab kematian korban diperkirakan akibat penyakit jantung yang diderita,” ujar Kanit Reskrim Polsek Singosari Ipda Poernomo kepada Malang Post kemarin.
 Dijelaskannya, peristiwa yang menghebohkan tersebut terjadi pukul 09.00 WIB.
Sebelumnya, korban bersama kernentnya berangkat dari Surabaya menggunakan truk tanki bensin nopol L 8129 UX pukul 04.00 wib, menuju ke SPBU tersebut untuk melakukan pegisian bensin. Keduanya sampai di tempat tersebut, sekitar pukul 07.30 wib. Saat sampai, korban memilih beristirahat di dalam musala di SPBU tersebut.
Sembari menunggu pengisian bensin ke SPBU yang dilakukan kernetnya bernama Mujiono, warga Kabupaten Lamongan selesai dilakukan. Pengisianpun selesai dilakukan pukul 09.00 wib dan kernet membangunkan korban yang dikira tertidur terlelap. Saat dibangunkan tersebut, korban tidak kunjung beranjak dari tempat tidurnya.
“Saat dibangunkan itu yang bangun malah salah seorang yang juga turut beristirahat di samping korban,” terang mantan Kanit Laka Lantas Polres Malang ini. Lanjut dia, setelah dibangunkan beberapa kali tidak kunjung bangun barulah diketahui korban telah meinggal. Seketika itu juga, kernet berteriak tolong dan menghebohkan warga sekitar.
Peristiwa tersebut, langsung dilkaporkan ke Polsek Singosari yang langsung ditindak lanjuti dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hasil olah TKP tersebut, diketahui korban meninggal karena kelelahan dan terserang penyakit jantung.
“Hal itu dikuatkan dengan temuan berbagai obat-obatan sakit jantung dan pereda rasa nyeri yang ditemukan di celana korban,” pungkasnya. (big/aim)