Diperingati Berisik, Fikri Dibogem MK

Tersangka MK ketika diinterogasi Kanit UPPA Polres Malang.

MALANG – MK, 16 tahun, pelajar kelas XI salah satu SMK swasta di Gondanglegi, terpaksa bakal merayakan lebaran di balik terali besi Mapolres Malang. Warga Desa Urek-urek Gondanglegi ini, ditahan atas tuduhan penganiayaan. Ia memukul Fiki, 17 tahun, warga Desa Ketawang, Gondanglegi hingga korban opname di RSSA Malang.
“Korban harus menjalani operasi mata. Karena pecahan kaca mata yang dipakai masuk ke dalam matanya. Sekarang korban masih terbaring di RSSA Malang,” ungkap Kanit UPPA Polres Malang, Iptu Sutiyo.
Menurut cerita MK, penganiayaan yang dilakukannya kepada Fiki, terjadi malam akhir pekan lalu sekitar pukul 20.30. Sebelum melakukan penganiayaan, ia bersama tiga temannya yaitu Jaka, Alga serta Agil, bermain gowes keliling ke Desa Ketawang. Namanya anak muda, ketika berkumpul dan bermain dengan teman selalu bercanda.
Termasuk malam saat kejadian itu, mereka bercanda hingga menimbulkan suara yang cukup keras. Saat asyik bercanda, tiba-tiba MK dan teman-temannya dihentikan oleh korban Fiki bersama teman-temannya. Mereka menegur tersangka dan teman-temannya untuk tidak tertawa keras-keras, karena sudah malam.
Namun teguran itu, ternyata dibalas perkataan oleh MK, hingga korban dan tersangka terlibat cek-cok mulut. Saat pertengkaran terjadi itulah, MK langsung melayangkan pukulan persis mengenai kaca mata korban. Fiki yang kesakitan setelah melihat matanya berdarah, lalu berlari sembari minta tolong.
Begitu juga dengan MK dan teman-temannya, usai memukul mereka langsung kabur. Namun belum sampai kabur jauh, mereka dihentikan oleh warga sekitar yang kemudian menangkapnya. Setelah mengakui telah memukul, oleh warga MK lalu diserahkan ke petugas Polsek Gondanglegi.
Namun karena usianya masih di bawah umur, MK langsung dilimpahkan ke UPPA Polres Malang. “Saya memkulnya itu karena terpancing emosi. Kalau dia (korban, red) tidak ngotot, saya juga tidak mungkin memukulnya,” tutur tersangka MK.(agp/aim)