Diiming-imingi Kue, Siswa SLB Dicabuli Bapak Empat Anak

Tersangka Supriono, ketika di periksa di Mapolres Malang.

MALANG – Sungguh bejat, perbuatan Supriono, 42 tahun, warga Jalan Pondok Indah, Desa Genengan, Pakisaji. Bapak empat anak ini, tega menggauli Bunga (nama samaran), 10 tahun anak tetangganya. Ironisnya lagi, korban diketahui mengalami keterbelakangan mental.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, sejak akhir pekan lalu Supriono, harus meringkuk di balik rutan Mapolres Malang. “Dia (tersangka, red) ini kami tangkap di rumahnya setelah mendapat informasi keberadaannya. Penangkapan tersangka ini berdasarkan laporan dari orangtua korban,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat.
Diperoleh keterangan, perbuatan bejat yang dilakukan Supriono ini terjadi empat hari berturut-turut, mulai 27 – 30 Juni lalu. Perbuatan itu dilakukan di dalam rumahnya siang hari sekitar pukul 11.00. Tersangka yang menduda sejak setahun lalu ini, bebas mencabuli korban karena rumahnya sedang kosong. Anak-anaknya sedang tidak ada di rumah.
Modus pencabulan yang dilakukannya, dengan memanggil korban yang kemudian memberi iming-iming kue. Selanjutnya setelah mendekat, korban diajak masuk ke dalam kamar. Di dalam kamar itulah, kemudian korban dicabuli. Usai berbuat, tersangka mengancam korban supaya tidak memberitahukan kepada orang lain.
Perbuatan bejat Supriono ini terbongkar setelah korban bercerita kepada tetangganya, kalau pernah bermain kuda-kudaan dengan tersangka. Mendapat cerita itu, tetangganya lalu memberitahukan kepada orangtua korban. Karena tidak terima, orangtuanya lalu melaporkan ke petugas Polres Malang.
“Saya khilaf dan mengaku salah pak. Saya nekat melakukan itu, karena sudah lama tidak melakukan hubungan suami istri,” tutur tersangka Supriono.(agp/aim)