Panwaslu Desak Ketegasan KPU

MALANG - Panwaslu Kota Malang mendesak KPU segera menjalankan putusan  PT Surabaya yang menguatkan putusan PN Malang. Pasalnya putusan lembaga peradilan tersebut sudah menguatkan untuk mencoret  caleg terpilih asal Partai Demokrat, dapil Sukun untuk DPRD Kota Malang, Christea Frisdiantara.
Ketua Panwaslu Kota Malang, Yanuar Triwahyudi, S.Sos mengatakan, putusan PT Surabaya sudah jelas memastikan bahwa Christea Frisdiantara terbukti bersalah. Karena itulah KPU harus segera menjalankan putusan yang dinilai telah inkrah itu.
“Kami mengikuti proses peradilan. Saat ini kewenangannya KPU untuk membuat keputusan. KPU harus tegas dalam menentukan sikapnya,” jelas Yanuar, kemarin.
Ia mengakui sebelumnya mendapat tembusan somasi dari Sumardhan SH, kuasa hukum Sulik Lestyowati, SH. Somasi dialamatkan kepada KPU, sedangkan Panwaslu Kota Malang sebagai penerima tembusan surat.
“Somasi itu kami terima pada Sabtu, pekan lalu. Ya kami minta supaya KPU segera bersikap,” terang dia.
Alasannya lanjut Yanuar, agar Christea Frisdiantara dan Sulik Lestyowati segera mendapat kepastian hukum. Disisi lain, lanjut dia, Partai Demokrat sebagai parpol  yang mengusung Christea Frisdiantara dan Sulik Lestyowati memiliki kepastian.
Lebih lanjut dia mengatakan, sebenarnya persoalan tersebut sudah pernah dibahas bersama antara KPU dengan Panwaslu. “Kami juga sudah pernah berdiskusi dengan KPU tentang hal ini,” katanya.
Bahkan sejak kasus tersebut bergulir, Panwaslu pernah menanyakan kepada KPU tentang status Christea Frisdiantara. Pembahasan tersebut dilakukan sebelum Yanuar terpilih sebagai ketua Panwaslu, sekitar dua atau tiga bulan lalu.
Berdasarkan berbagai diskusi yang dilakukan, Christea Frisdiantara memang harus dicoret sebagai caleg terpilih. Pasalnya putusan hukum sudah menguatkan bahwa ia bersalah dan harus diganti.
Seperti diberitakan Malang Post sebelumnya, KPU Kota Malang disomasi oleh Sulik Lestyowati SH melalui kuasa hukumnya, Sumardhan SH. Alasannya, lembaga penyelenggara pemilu itu terlalu lama menjalankan putusan PT Surabaya.
Berdasarkan putusan PT Surabaya, Christea Frisdiantara dinilai melakukan pelanggaran pemilu legislatif. Yakni berkampanye di lembaga pendidikan. Karena itulah, KPU didesak segera mencoret Christea sebagai caleg terpilih.
Persoalan hukum ini pun berkembang jadi masalah politik. Pasalnya, Sulik Lestyowati SH merupakan caleg Partai Demokrat asal dapil Sukun untuk DPRD Kota Malang. Suara yang diperoleh Sulik berada dibawah Christea Frisdiantara atau sebagai caleg dengan perolehan suara tertinggi kedua. Jika Christea dicoret sebagai caleg terpilih, maka Sulik Lestyowati  secara otomatis yang ditetapkan sebagai caleg terpilih pengganti Christea.
Sementara itu Christea Frisdiantara yang dikonfirmasi terpisah enggan memberi komentar. Ia keberatan memberi penjelasan kepada Malang Post terkait somasi yang dilayangan karib satu parpolnya itu.
“Maaf, saya tidak beri komentar dulu ya. Maaf, saya tidak mau komentar,” katanya beberapa kali.
Sedangkan KPU Kota Malang belum berhasil konfirmasi. Ketua KPU, Zaenudin ST dan anggota KPU yang membidangi Divisi Sosialisasi, Organisasi dan Hubungan Antar Lembaga, Ashari Husein  masih sedang berada di Jakarta saat Malang Post datang ke kantor KPU.
Dihubungi melalui telepon, dua komisioner KPU tersebut tak menerima telepon Malang Post walau terdapat nada sambung. Dihubungi melalui SMS pun tak direspon. Begitu juga dengan anggota KPU Divisi Hukum dan Pengawasan, Fajar Santosa, SH tidak menerima panggilan telepon Malang Post.
Namun sehari sebelumnya, Ashari Husein mengatakan  sebenarnya  pihaknya sedang memproses nasib Christea Frisdiantara.(van/ary)