Kebakaran di Kamar, Tubuh Tauhid Dilalap Si Jago Merah

Kasat Reskrim Polres Malang AKP Wahyu Hidayat dan Ketua Tim Labfor AKBP Sudi Haryono saat memeriksa lokasi kebakaran.

TUREN – Warga Wonokasian, Desa Pagedangan, Kecamatan Turen, Rabu pagi kemarin, digegerkan dengan kejadian terbakarnya tubuh  Tauhid, 39 tahun, warga setempat. Sekujur tubuhnya dilahap si jago merah saat berada di dalam kamarnya. Akibat kejadian tersebut, bapak dua anak ini mengalami luka bakar cukup serius di tubuhnya. Kondisi tubuhnya yang kritis langsung dibawa ke RSSA Kota Malang.
Perisitiwa tragis itu diketahui pukul 07.00 WIB. Saat itu, Tauhid diketahui ada di dalam kamar tengah. Sedangkan istrinya Wiwid, 40 tahun, hendak mengantarkan anaknya bernama Fani yang duduk kelas empat sekolah dasar (SD) ke sekolah. Saat keluar dari rumah, keduanya dikagetkan kepulan asap yang keluar dari kamar tengah yang disertai teriakan minta tolong oleh Tauhid. Anaknya yang kaget mendengar perisitiwa itu, berteriak histeris minta tolong, Wiwid berusaha masuk ke kamar untuk memadamkan api yang membakar tubuh suaminya.  Warga sekitar yang berhamburan keluar menuju asal teriakan itu dan menolong korban yang diketahui sudah tubuhnya terbakar hebat.
“Saya bersama warga yang lainnya, berinisiatif memadamkan api tersebut dengan menyirami menggunakan air. Korban tadi bergulung-gulung panik di kasur, akibat kobaran api itu,” kata salah seorang tetangga korban yang enggan namanya dikorankan.
Setelah api padam, korbanpun ditolong warga untuk dilarikan ke RSSA Kota Malang. Menurutnya, warga tidak mengetahui asal muasal api tersebut. Yang diketahui hanyalah anak korban Fani berteriak minta tolong. Sedangkan saat warga datang, korban sudah dalam keadaan terbakar tubuhnya. Masih menurut tetangga tersebut, penyebab terbakarnya korban diduga masalah rumah tangga yang dialami keduanya.
“Tauhid dan Wiwid dua bulan lalu bertengkar hebat. Wiwid juga pernah curhat, terkait masalah ekonomi mereka yang diderita. Tapi, pertengkaran mereka berhenti, saat memasuki bulan puasa ini,” terangnya. Hal itu juga diamini oleh warga sekitar lainnya. Namun, mereka tidak berani menduga yang membakar korban adalah istrinya sendiri.
Untuk mengungkap asal muasal api tersebut, Polres Malang meminta bantuan Labfor Polda Jatim Surabaya. Hasilnya, petugas Labfor Polda Jatim berhasil menyita sejumlah barang bukti. Seperti pecahan lampu, abu bekas kebakaran, bekas cairan maupun air yang digunakan warga untuk memadamkan tubuh korban.
“Asal api dari tempat tidur. Kami belum bisa memastikan apa yang menyebabkan api begitu cepat membakar tubuh korban,” kata Ketua Tim Labfor Polda Jatim AKBP Sudi Haryono kepada wartawan kemarin. Sedangkan Reskrim Pores Malang menyita rekaman CCTV yang terpasang di beberapa sudut rumah tersebut.
Diharapkan melalui rekaman CCTV itu, diketahui penyebab dari perisitiwa yang menghebohkan warga sekitar itu. “Kami belum bisa menyimpulkan api itu apakah murni kecelakaan korsleting maupun disegaja,” kata Kasat Reskrim Polres Malang AKP Wahyu Hidayat. (big/aim)