Cekcok, Istri Bakar Suami

Tim Labfor Polda Jatim melakukan olah TKP di rumah Tauhid, warga Dusun Wonokasian, Desa Pagedangan, Turen yang dibakar istrinya sendiri.

Jadi Tersangka Dijemput di RSSA Malang
MALANG – Penyebab terbakarnya tubuh Tauhid, warga Dusun Wonokasian, Desa Pagedangan, Turen akhirnya terkuak. Pria 39 tahun tersebut, terpanggang di dalam kamarnya, bukan karena bunuh diri atau terbakar akibat konsleting listrik. Sebaliknya peristiwa yang dialaminya itu, karena sengaja dibakar.
Siapa pelakunya?, tak lain adalah istrinya sendiri, Wiwid Kurdiwijayanti, 40 tahun. Bahkan, ibu dua anak ini sudah ditetapkan tersangka oleh penyidik UPPA (Unit Pelayanan Perempuan dan Anak) Polres Malang. Ia dini hari kemarin, dijemput petugas saat menunggu suaminya di ruang rawat inap 16 RSSA Malang.
“Istrinya Wiwid, sudah kami jadikan tersangka. Dini hari tadi (kemarin, red) pukul 04.00, dia kami jemput di rumah sakit setelah kami mendapat bukti bahwa korban Tauhid sengaja dibakar oleh istrinya. Usai diperiksa, ia akan langsung kami lakukan penahanan,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat.
Menurut mantan Kasatreskrim Polres Tuban ini, terungkapnya bahwa korban Tauhid dibakar, berdasarkan petunjuk rekaman kamera CCTV di rumah korban yang diamankan sebagai barang bukti. Ada sembilan kamera CCTV yang terpasang di rumah makelar jual beli mobil ini. Dari 9 CCTV tersebut, 5 kamera CCTV memperjelas rangkaian cerita peristiwa terjadinya kebakaran.
Diawali sekitar pukul 06.30, Wiwid terlihat mengunci suaminya dari luar kamar. Ia melakukan setelah sebelumnya sempat bertengkar. Selanjutnya beberapa menit kemudian, Wiwid terlihat membuka pintu masuk kamar lagi. Keduanya kembali terlibat pertengkaran, yang membuat Wiwid kembali mengunci suaminya dari luar kamar.
Kemudian Wiwid keluar rumah menuju toko yang tak jauh dari rumahnya. Ia membeli lima liter bensin yang ditempatkan dalam jerigen. “Alasannya kepada penjual bensin, Wiwid mengaku disuruh oleh suaminya untuk sepeda motornya,” ujar Wahyu.
Begitu kembali sekitar pukul 06.40, Wiwid lalu menyiramkan bensin ke pintu kamar, sembari keduanya terlibat cek-cok. Sisa bensin dalam jerigen kemudian dimasukkan ke dalam Tupperware. Bensin dalam Tupperware itu, kemudian disiramkan ke dalam kamar melalui jendela samping.
Setelah bensin tersiramkan ke dalam kamar, Wiwid lalu menakut-nakuti suaminya sembari memainkan korek api. “Dari rekaman CCTV, ada sekitar lima kali Wiwid memainkan korek api. Bahkan, dia juga mencoba membakar kertas. Tetapi sekitar pukul 07.04, tiba-tiba listrik padam. Kemungkinan saat itu sudah terjadi kebakaran,” terang Wahyu.
Meskipun sudah ada bukti yang cukup kuat, namun dalam pemeriksaan Wiwid masih tidak mengakui. Bahkan, Wiwid justru memberikan keterangan yang berubah-ubah. Ia mengatakan kalau suaminya membakar diri sendiri. Kemudian suaminya merokok hingga akhirnya terbakar. Dan keterangan ketiga terjadi konsleting listrik yang akhirnya terjadi kebakaran.
“Padahal sudah jelas, bahwa perbuatan yang dilakukannya itu disaksikan langsung oleh anaknya. Namun demikian, kami tetap menghormati apapun keterangannya karena itu haknya. Dan untuk Wiwid, dia kami jerat dengan pasal 44 ayat 1, 2 dan 4 Undang-undang nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Ancaman hukumannya di atas tujuh tahun kurungan penjara,” tegasnya, sembari mengatakan akan ada beberapa saksi lagi yang diperiksa. Salah satunya adalah Dani, anak sulungnya.
Lantas, apa motifnya ? Wahyu mengatakan, untuk motif pihaknya masih melakukan penyelidikan. Karena sampai sejauh ini, Wiwid masih belum mau berterus terang. Namun dari penyelidikan, kalau Wiwid dan Tauhid ini sudah bertengkar sejak tengah malam.
“Pertengkaran tengah malam itu terjadi, setelah Tauhid dijemput oleh istrinya di rumah orangtuanya. Wiwid menjemput suaminya  diantarkan oleh anaknya Dani yang sekolah SMP. Ketika pulang, mereka dibukakan pintu oleh Fani, anak keduanya yang berusia 10 tahun. Begitu masuk rumah mereka langsung bertengkar sampai akhirnya terjadi peristiwa itu,” jelasnya.(agp/aim)