Tiga Penadah Ranmor Dibekuk

Ketiga penadah sepeda motor hasil kejahatan

MALANG – Tiga orang penadah sepeda motor hasil kejahatan, Rabu lalu diamankan Tim Buser Polres Malang. Mereka ditangkap terpisah dengan barang bukti sepeda motor Suzuki Satria FU N 2186 G. Sedangkan untuk pelaku utama berinisial IY alias Moklek, warga Desa Bambang, Wajak sampai kemarin masih buron.
Ketiganya adalah Muhammad Zainul, 27 tahun, warga Jalan Keramat, Desa Sanankerto, Turen. Cipto Yuwono alias Koreng, 33 tahun, warga Dusun Garotan, Desa Beringin, Wajak. Dan Riswanto, 17 tahun, warga Simpang Kawit, Desa Sanankerto, Turen.
“Mereka kami tangkap di rumahnya masing-masing. Pertama kali yang kami amankan adalah tersangka Riswanto,” ungkap KBO Reskrim Polres Malang, Ipda Eko Utomo.
Riswanto ditangkap karena kedapatan memiliki sepeda motor Satria FU tanpa dilengkapi dengan surat. Ia mengaku mendapat sepeda motor itu dengan membeli dari Koreng serta Zainul seharga Rp 3,6 juta. Dari pernyataan itu, polisi lalu mengembangkan dan menangkap di rumahnya masing-masing.
Sementara Zainul dan Koreng, mengaku hanya sebagai orang suruhan. Dia diminta menjualkan motor itu oleh IY alias Moklek, yang kini masih buron. Keduanya mengaku mendapat imbalan masing-masing Rp 100 ribu dari penjualan motor itu. “Kami tidak tahu kalau motor itu hasil kejahatan. Kami berdua hanya disuruh menjualkan saja,” tutur mereka.
Dari penyelidikan polisi, diketahui kalau sepeda motor itu adalah milik Fatkhul Nur Muqamad Zaelani, warga Desa Kalisongo, Dau. Sepeda motor tersebut dirampas oleh seseorang saat dipakai oleh korban, pada 3 Agustus 2013 lalu sekitar pukul 22.30. “Sebetulnya selain Moklek, ada satu pelaku lagi yang masih DPO bernama Gepeng. Dia orang yang kali pertama membeli motor itu, dan kemudian dijual lagi kepada Koreng dan Zainul sebelum akhirnya dijual kepada Riswanto,” terang Eko Utomo.(agp/aim)