Plin-Plan, Polres Siapkan Rekonstruksi Istri Bakar Suami

Tersangka Wiwid Kurdiwijayanti

MALANG – Penyidik UPPA Polres Malang dalam waktu dekat akan melakukan rekontruksi pembunuhan sadis yang dilakukan Wiwid Kurdiwijayanti, 42 tahun,  yang menewaskan suaminya, Tauhid, 39 tahun. Rekontruksi ini, untuk melengkapi berkas sebelum nantinya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kepanjen.
“Rekontruksi tersebut juga sekaligus untuk mencocokkan keterangan tersangka dengan kejadian yang sebenarnya. Sebab keterangan tersangka Wiwid ini, selalu berubah-ubah tidak sama dengan keterangan yang diberikan pertama kali,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat.
Kapan dan dimana ? Mantan Kasatreskrim Polres Tuban ini mengaku masih belum mengetahui tempatnya. Apakah rekontruksi dilakukan di lokasi kejadian, atau dicarikan tempat lagi yang kemudian dikemas seolah-oleh di lokasi kejadian. “Untuk tempat nanti menyusul. Yang jelas rekontruksi secepatnya akan kami lakukan,” ujarnya.
Ia menambahkan, perkara pembakaran ini bukan merupakan delik aduan. Meskipun pasal yang ikut dicantumkam dalam menjerat Wiwit ada kekerasan dalam rumah tangga. Tetapi merupakan tindak pidana murni.
“Kasusnya bukan delik aduan tetapi murni tindak pidana. Apalagi pembunuhan yang dilakukan oleh Wiwid adalah pembunuhan berencana,” tutur Wahyu.
Terkait dengan penangguhan penahanan,  Polres Malang belum mendapat penangguhan. Jika memang ada penangguhan, nantinya keputusan diserahkan kepada Kapolres Malang. “Tidak ada surat pengajuan penangguhan. Hanya tersangka Wiwid telah menunjuk pengacara untuk mendampingi kasusnya,” paparnya.
Sekedar diketahui, warga Dusun Wonokasian, Desa Pagedangan, Turen, Rabu pagi lalu digemparkan dengan terbakarnya tubuh Tauhid, warga sekitar. Korban terbakar saat berada di dalam kamarnya. Warga sekitar dan istrinya menyatakan semula, korban terbakar karena bunuh diri.
Namun setelah diselidiki dan berdasarkan bukti rekaman CCTV yang terpasang di dalam rumah, bahwa korban sengajar dibakar oleh istrinya sendiri, Wiwid Kurdiwijayanti. Dari petunjuk rekaman CCTV itulah, polisi lalu menjemput Wiwid saat berada di rumah sakit, kemudian menetapkannya sebagai tersangka. Sedangkan Tauhid sendiri, setelah mendapat perawatan dua hari meninggal dunia pada Jumat malam lalu.(agp/aim)