Usai Dibunuh, Dimasukkan Sumur

SINGOSARI - Ketenangan warga Dusun Bodean Putuk, Desa Toyomarto, Singosari, Sabtu (19/7) malam terusik.  Sojot, 80 tahun, warga sekitar ditemukan tewas di dalam sumur perkebunan yang berjarak 400 meter dari rumahnya. Diduga kuat, pensiunan mandor Kebun Teh Wonosari, Lawang ini, dibunuh pencuri yang mengambil beberapa kambing miliknya. Peristiwa itu terungkap, setelah Niti, istri korban, curiga dengan keberadaan suaminya yang tak kunjung pulang saat merawat kambing-kambingnya.
“Ibu memberitahu kalau bapak tidak pulang-pulang. Kami pun melakukan pencarian dibantu warga sekitar,” tutur Darno, salah satu anak korban ditemui di kamar jenazah RSSA Malang. Dijelaskan dia, Setelah melakukan pencarian, warga curiga dengan sumur yang berada di dekat Sojot biasa merawat kambing-kambingnya. “Kami curiga dengan sumur yang terlihat kotor. Padahal, sehari-harinya sumur itu bersih,” lanjut dia.
Warga pun mencoba melihat ke dalam sumur sambil menggoyang-goyangkan kayu ke dalam sumur sedalam 10 meter tersebut. Hasilnya, kayu tersebut menyentuh kepala Sojot. Tak pelak, beberapa warga pun masuk ke dalam sumur dan menemukan jazad bapak tujuh anak ini mengambang di dalamnya. Saat itu juga, tubuh pria renta ini diangkat ke atas. “Disitulah kami kemudian curiga dengan lebam-lebam di tubuh bapak. Selain itu, salah satunya dua luka seperti kena senjata tajam di belakang telinga,” papar Darman, anak korban lainnya.
Menduga bapaknya menjadi korban pembunuhan, keluarga pun melapor ke Mapolsek Singosari.  “Kami menduga, bapak kami dibunuh dahulu baru dimasukkan ke dalam sumur,” kata anak kelima korban ini. Darman dan saudara-saudaranya mengungkapkan beberapa alasan. Yang pertama, tubuh Sojot yang lebam-lebam, kedua tentang penemuan jasad Sojot di dalam sumur dan ditutupi daun-daunan dan beberapa kambing yang hilang.
“Saat ditemukan, posisi bapak sedikit membungkuk. Sangat tidak mungkin kalau kematian bapak akibat terpeleset. Apalagi, bibir sumur juga ada cor-coran dengan tinggi sekitar 40 centimeter. Sehingga, kalau pun jatuh, pasti kakinya juga lecet,” tegasnya.
Laku Rp 1 Juta
INFORMASI yang dihimpun Malang Ekspres, beberapa keluarga korban dan anak korban yang menduga bahwa aksi itu berlatar belakang pencurian kambing, mulai mendekati kebenaran. “Terus terang, kami curiga kalau aksi pembunuhan ini karena masalah kambing. Ada sekitar empat yang hilang,” papar Darman lagi. Ini juga dikuatkan dengan keterangan Sapiah, adik korban. Salah satu kambing yang hilang adalah kambing jantan untuk peliharaan.  Kambing tersebut berukuran besar dan bisa laku sekitar Rp 1 juta. “Khusus yang jantan, dijual seharga Rp 1 juta, pasti lakunya. Karena kambing tersebut, memang besar ukurannya,” ungkapnya.
Sementara itu, Kapolsek Singosari, Kompol Decky Hermansyah mengatakan pihaknya sedang melakukan penyelidikan, termasuk  menunggu hasil otopsi yang dilakukan pihak RSSA Malang. “Segala kemungkinan bisa saja terjadi. Baik itu meninggal di sumur atau di buang ke sumur. Hanya saja, untuk lebih memastikan itu, tinggal menunggu hasil otopsi,” ujarnya singkat. (sit/mx2/mar)