Obrak Balapan Liar Ngabuburit

MALANG – Balapan liar atau trek-trekkan di Jalan Raya Desa Undaan, Kecamatan Turen yang selama ini meresahkan masyarakat sekitar, Sabtu petang lalu diobrak-abrik petugas Polsek Turen. Dari razia yang melibatkan sekitar 35 personil itu, polisi mengamankan 26 unit sepeda motor.
Sepeda motor berbagai jenis dan banyak yang tidak dilengkapi dengan surat serta safety tersebut, diamankan di Mapolsek Turen. Motor-motor tersebut boleh diambil, asalkan dilengkapi dan menunjukkan bukti surat kepemilikan.
“Semua kendaraan sudah kami data. Pemilik kendaraan bisa mengambil motornya, asalkan bisa melengkapi dan menunjukkan bukti surat. Selain itu, mereka juga harus membuat surat pernyataan untuk tidak mengulanginya lagi,” ungkap Kapolsek Turen, Kompol Kamsidi.
Mantan Kapolsek Bululawang ini mengatakan, penggrebekan balapan liar tersebut bermula dari laporan masyarakat sekitar. Warga mengaku resah dengan keberadaan balapan liar. Sebab selain menimbulkan kebisingan dan rawan kecelakaan, juga warga yang mau melintasi jalan itu terhalang.
Berangkat dari laporan itulah, kemudian seluruh personil di Mapolsek Turen dikumpulkan. Selanjutnya dengan membagi dua tim, petugas lalu bergerak menggrebek dari dua arah. Mengetahui kedatangan polisi, para pelaku balapan liar ini langsung semburat. Termasuk penonton yang melihat balapan liar ikut kabur.
“Sebetulnya yang berada di lokasi balap liar, lebih dari 50 sepeda motor. Tetapi mareka keburu kabur setelah mengetahui kedatangan kami. Hanya kendaraan yang tidak sempat kabur saja, yang berhasil diamankan,” ujar Kamsidi.
Kamsidi yang juga mantan Kapolsek Tirtoyudo ini menerangkan, balapan liar ini sudah mulai ada sejak awal puasa lalu. Polisi sebelumnya sudah pernah menghimbau supaya tidak melakukan trek-trekkan, tetapi mereka tetap saja ngotot. Biasanya balapan liar dimulai pukul 16.00 sembari menunggu waktu ngabuburit.(agp/aim)