Keluarga Desak Polisi Ungkap Kematian Sojot

Dua dari tujuh anak korbanm, Tartib dan Darman.

SINGOSARI - Kematian Sojot, 80 tahun warga Dusun Bodean Putuk, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, di dalam sumur perkebunan belum terungkap. Keluarga korban tetap berkeyakinan, jika orang tuanya tersebut meninggal akibat aksi perampokan yang mengakibatkan empat ekor kambingnya ikut amblas.
 “Banyak kejanggalan dari kejadian itu. Mulai kondisi sumur yang biasa bersih menjadi keruh akibat dedaunan untuk menutupi jenazah korban, luka di belakang telinga dan lengan kanan bapak, sabit yang biasa dibawa bapak hilang sampai pada kambing peliharaan yang amblas. Makanya, kami berharap petugas bisa mengungkap kejadian ini,” kata anak bungsu korban, Tartib, saat bersama dua dari total enam kakaknya.
Dijelaskannya, kuat dugaan jika aksi itu adalah perampokan, yakni dari kebiasaan korban selama di rumah. Orang tuanya itu tidak memiliki musuh di kampung atau desa lain. Kebiasannya, berangkat angon (memelihar) kambing sekitar pukul 09.00 dan 10.00 WIB. Pulang ke rumah antara pukul 15.00 hingga 16.00 WIB.
“Begitu di rumah, bapak langsung memasukkan kambing ke kandang dan tidur. Baru sebelum magrib, bangun untuk mandi dan diam di rumah. Sehingga, jika aksi itu bermotif dendam, sangat tidak mungkin. Apalagi, bapak ke tetangga atau orang kampung, juga tidak banyak masalah atau bertingkah. Karena alasan itulah, kami berasumsi kalau kematian bapak memang tidak wajar,” ungkapnya yang diiyakan Darman, kakaknya.
Masih menurut keluarga korban, yang membuatnya dan keluarga tidak habis pikir, yakni sampai tega melakukan perbuatan keji tersebut. Padahal, orang tua mereka usianya sudah tua. Sehingga, cukup diambil kambingnya atau diancam, pasti tidak akan melawan.
“Yang membuat saya heran, mengapa pelaku begitu kejam,” lanjutnya.
Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat, saat dikonfirmasi mengaku masih menunggu hasil otopsi RSSA Malang. Disamping, meminta keterangan keluarga korban dan warga.
“Terlalu prematur bagi kami (petugas), untuk menduga peristiwa itu apakah pembunuhan atau murni kecelakaan. Masalahnya, hasil otopsi dari rumah sakit, masih belum diberikan. Yang jelas, mengenai kejadian itu kami sudah melakukan langkah-langkah. Diantaranya, seperti meminta keterangan keluarga korban. Ini dilakukan, untuk mengetahui kebiasaan dari korban,” ujarnya.
Disinggung mengenai kambing korban, Wahyu mengatakan, jumlah yang diterima masih simpang siur. Terakhir, ada yang mengatakan delapan ekor dan sudah kembali lima ekor.
“Khusus kambing, nanti akan didalami. Karena, informasi terakhir jumlahnya delapan bukan sembilan,” ungkapnya.
Sebagaimana diberitakan, Sojot ditemukan keluarga terbujur kaku di dalam sumur perkebunan. Penemuan jenazah korban, setelah pihak keluarga mencurigai Sojot tidak kunjung pulang dari angon kambing. Saat dilakukan pencarian bersama warga itulah, baru diketahui kalau tubuhnya ada di dalam sumur dengan beberapa luka mencurigakan. Karenanya, pihak keluarga minta dilakukan otopsi. (sit/aim)