Rampok Bersenpi Jarah Showroom Mobil

Hj Siti Fatutah saat diinterogasi petugas yang melakukan olah TKP untuk mengungkap perampok yang menyekap dirinya.

Dua Mobil Dibawa Kabur
MALANG - Menjelang lebaran aksi perampokan mulai marak. Pelaku berani beraksi di siang bolong. Kemarin siang, empat perampok bersenjata celurit dan pistol beraksi dengan menyatroni rumah dan showroom mobil bekas (Mokas) milik H Muhammad Jupri, 55 tahun di Jalan Raya Desa Jatikerto RT 31 RW 04 Kecamatan Kromengan.
Dari aksinya, para pelaku berhasil membawa kabur barang berharga milik korban senilai sekitar Rp 380 juta. Diantaranya dua unit mobil yakni RUSH N 818 DE dan Avanza N 857 DV, uang senilai Rp 2,4 juta, satu buah laptop, buku kir serta STNK kendaraan truk.
"Dua mobil diambil dari dalam showroom, uang tunai di dalam lemari, laptop di atas meja ruang tamu dan surat-surat diambil dalam lemari," ujar Muhammad Jupri.
Aksi perampokan terjadi sekitar pukul 10.00. Saat kejadian rumah hanya dijaga Hj Siti Fatutah, 48 tahun, istri M Jupri dan seorang pembantunya bernama Retno, 29 tahun. Sedangkan M Jupri, yang merupakan Kepala SD Negeri 3 Ngadirejo, Kromengan sedang mengikuti rapat dengan Dinas Pendidikan. Anak-anak korban, sudah berangkat kuliah.
Saat kondisi rumah sepi inilah, empat pelaku datang. Mereka yang diperkirakan berusia sekitar 35 tahun, datang dengan mengendarai mobil Panther. Tiga diantaranya turun lalu masuk ke dalam showroom. Sedangkan satu lagu menunggu di dekat mobil.
Ketika di dalam showroom, tiga pelaku menanyakan harga mobil RUSH dan Avanza. Agar tidak dicurigai, pelaku yang berpakaian rapi ini, juga berpura-pura menawar harga mobil. Tak lama kemudian, pelaku meminta izin menumpang ke kamar mandi untuk buang air kecil.
Siti Fatutah yang tidak curiga, lalu menunjukkan kamar mandi. Saat inilah, pelaku langsung beraksi. Sembari mengacungkan celurit dan pistol, pelaku yang menggunakan logat bahasa Madura dan Jawa campuran mengancam akan membunuh jika Siti Fatutah berteriak dan melawan.
Selanjutnya pelaku langsung menyekap korban di ruang tamu. Kedua tangan dan kaki diikat dengan tali rafia warna kuning, mulutnya juga ditutup dengan lakban. Begitu juga dengan Retno, pembantunya yang ikut disekap saat keluar dari dapur setelah mendengar suara gaduh.
Sekitar lima belas menit beraksi dan meminta kunci mobil, para pelaku lalu kabur ke arah timur. Setelah pelaku kabur, Siti Fatutah lalu berusaha berjalan merangkak ke dapur. Dia mencari pisau untuk melepas ikatan tali.
Begitu tali terlepas, Siti langsung menghubungi suaminya. Selanjutnya melaporkan kejadian perampokan ke polisi. Petugas Polsek Kromengan diback up Polres Malang, lalu turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Polres jajaran, untuk menghadang kendaraan milik korban yang dibawa kabur pelaku. Dan untuk ciri-ciri pelaku sedang kami dalami dengan meminta keterangan korban serta saksi-saksi," terang Kasatreskrim Polres Malang AKP Wahyu Hidayat.
Sementara itu, beberapa tetangga korban mengaku tidak tahu kalau terjadi perampokan. Mereka baru sadar ada perampokan setelah polisi datang melakukan olah TKP. "Saya melihat dua mobil itu keluar dari showroom. Tetapi tidak mengira kalau kalau mereka itu perampok. Mereka menyeberang jalan raya lalu kabur ke timur," salah seorang tetangga depan rumah korban.(agp/aim)