Ada Kejanggalan, Polisi Dalami Keterlibatan Orang Dalam

Petugas olah TKP di Showroom mobil milik H Muhammad Jupri.
 
MALANG – Kasus perampokan yang terjadi di rumah H Muhammad Jupri, 55 tahun, di Jalan Raya Jatikerto, Kromengan masih diselidiki. Satreskrim Polres Malang masih mendalami kasusnya dengan meminta keterangan saksi-saksi untuk mengungkap pelakunya. Termasuk mendalami adanya kemungkinan keterlibatan orang dekat korban.
“ Untuk kasusnya masih kami selidiki dan dalami. Beberapa orang saksi masih kami mintai keterangan. Termasuk meminta bantuan Polres tetangga untuk melakukan penghadangan mobil,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat.
Apakah ada dugaan keterlibatan orang dalam ? Mantan Kasatreskrim Polres Tuban ini mengaku masih menyelidiki. Namun ia tidak mengelak jika penyelidikannya diarahkan adanya keterlibatan orang dalam. Karena segala kemungkinan bisa terjadi dalam peristiwa perampokan itu.
Sementara itu, salah satu sumber Malang Post di Polres Malang mengatakan, ada kejanggalan dalam kasus perampokan tersebut. Kejanggalannya karena selama ini korban sama sekali tidak pernah naik angkot saat bepergian. H Muhammad Jupri selalu membawa mobil setiap kali keluar rumah.
“Selain itu, korban juga terlihat tegar dan seperti tidak pernah terjadi peristiwa perampokan. Namun apakah benar adanya keterlibatan orang dalam, masih harus dibuktikan. Karena sama sekali tidak ada barang bukti milik pelaku yang tertinggal di lokasi sebagai petunjuk. Barang bukti yang diamankan hanya tali rafia serta lakban yang digunakan menyekap istri korban,” terang salah satu sumber Malang Post.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, empat perampok bersenjata pistol dan celurit Senin siang lalu beraksi di showroom mobil milik H Muhammad Jupri. Dari aksinya  pelaku berhasil membawa kabur dua mobil dan beberapa barang berharga senilai Rp 380 juta.
Selain itu, pelaku juga sempat menyekap Hj Siti Fatutah, istri H Muhammad Jupri dan pembantunya bernama Retno. Keduanya disekap dalam satu ruang di ruang tamu. Kedua tangan, kaki mereka diikat dengan tali rafia serta mulutnya ditutup dengan lakban. Saat kejadian, korban H Muhammad Jupri, yang diketahui sebagai Kepala SD Negeri 3 Ngadirejo Kromengan, sedang keluar rumah.(agp/aim)