Tuang Bensin di Dapur, Tewas Terbakar

MALANG POST - Nasib tragis menimpa Didin, warga Desa Slamparejo RT 02 RW 03 Kecamatan Jabung. Remaja berusia 15 tahun tersebut tewas setelah sekujur tubuhnya dilalap api saat mengisi bensin dari jerigen ke botol, di rumahnya kemarin sore. Si jago merah juga dengan cepat menghanguskan dapur yang terletak di belakang rumah.
Dari informasi yang berhasil dihimpun Malang Post, peristiwa maut tersebut terjadi pada pukul 15.45 WIB. Saat itu korban berniat mengisi bensin dari jerigen ke dalam botol di dapur yang terletak di belakang rumah. Didin memindahkan bensin ke dalam botol untuk mempermudah ayahnya menuangkan bensin ke dalam tangki sepeda motor saat akan berangkat bekerja.
Anak kedua pasangan suami istri Lutfiah (45) dan Muhamad Solikan (50) itu mengisi bensin sendiri tanpa diketahui oleh anggota keluarga lainnya. Kebetulan, saat itu penghuni rumah lainnya sedang tertidur lelap.  “Didin saat sore hari, seperti biasa mengisi bensin ke dalam botol untuk membantu saat berangkat bekerja menggunakan sepeda motor. Ayahnya Solikan bekerja sebagai penjaga lahan pertanian dan biasa berangkat pada malam hari,” terang salah seorang warga, Suprapto kepada Malang Post kemarin.
Saat mengisi bensin ke dalam botol tersebut, tanpa sengaja tersenggol hingga membuat bensin tumpah. Tumpahan bensin itu juga mengenai tubuh Didin. Tidak cukup sampai di situ, cairan bensin juga mengalir ke tungku perapian yang terbuat dari kayu. Seketika itu juga, api dengan cepatnya menyambar ke tubuh korban dan membakar seisi dapur.
Didin pun berteriak minta tolong lantaran kesakitan akibat terbakar api. Kedua teman korban Budi Kurniawan dan Johan Irwansyah yang mendengar teriakan itu berniat menolongnya. Karena api cepat menyebar, keduanya ikut terbakar. Beruntung keduanya bisa menyelamatkan diri. Budi mengalami luka bakar di tangan dan kaki, sedangkan Johan terbakar di kaki kanan.
Warga sekitar yang mengetahui perisitiwa tersebut, beserta orang tua korban yang tidur di bagian rumah depan, lantas berhamburan keluar bahu membahu memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, si jago merah begitu perkasa dan cepat melahap dapur rumah tersebut. Apalagi bangunan dapur rumah tersebut terbuat dari kayu yang mudah terbakar.
Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 16.30. Upaya yang dilakukan warga sekitar untuk menyelamatkan Didin tidak membuahkan hasil. Ia mengalami luka bakar 100 persen di tubuhnya. Jenazah Didin lalu dibawa ke Puskesmas Jabung untuk dilakukan pembersihan. Rencananya, ia akan dimakamkan pagi ini.
Sementara itu, Kapolsek Jabung AKP Yatmo mengatakan, persitiwa tersebut murni kecelakaan dan keluarga korban sudah mengikhlaskan kepergian korban. “Jadi keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi. Setelah dirawat di Puskesmas tadi langsung dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan,” terangnya di tempat yang sama. (big/han)