Gagal Tangkap Curanmor, Dapat Penjual Ribuan Petasan

JABUNG- Pembuat dan penjual petasan masih menjadi atensi utama kepolisian untuk diberantas sepanjang bulan Ramadan ini. Buktinya, dini hari kemarin, Polsek Jabung berhasil menyita ribuan petasan berbagai ukuran, dan mengamankan seorang penjualnya. Tersangkanya yakni Juwarno, 50 tahun, warga Desa Kemiri, Kecamatan Jabung.
Kapolsek Jabung AKP Yatmo mengatakan, keberhasilan jajarannya menangkap tersangka atas informasi masyarakat. “Kebetulan saat itu, kami saja usai menggrebek pelaku curanmor yang berhasil kabur. Jadi, sekaligus menggrebek penjual petasan yang berhasil menangkap pelakunya,” ujarnya kepada Malang Post kemarin.
Saat ditangkap di rumahnya, tersangka tidak bisa mengelak dari perbuatannya tersebut. Lantaran ditemukan barang bukti ribuan petasan berbagai ujuran yang disimpan di dalam kamarnya. Diantara ribuan petasan yang disita tersebut, juga ada berbentuk bulat yang diketahui berjenis bondet atau bom ikan.
“Kemudian seluruh petasan dan tersangkanya langsung kami amankan ke Mapolsek Jabung dini hari itu juga untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut,” kata perwira pertama (Pama) dengan tiga balok di pundaknya.Menurutnya, pelaku terpaksa diamankan karena menjual petasan dalam jumlah di atas kategori wajar.
Ribuan petasan tersebut, bisa mengancam nyawa tersangka beserta keluarganya dan juga masyarakat sekitar.
“Selain itu, bahan pembuatnya bisa dibilang cukup berbahaya. Bisa saja sewaktu-waktu dapat meledak. Kondisi ini tentunya sangat berbahaya,” tegasnya.
Saat diperiksa oleh penyidik, tersangka mengelak telah menjual ribuan petasan itu. Meski begitu, kepolisian tidak percaya begitu saja. Yakni dengan tetap memproses hukum tersangka sesuai dengan pasal yang dilanggarnya.
Tersangka mengaku tidak mengetahui asal mula ribuan petasan tersebut. Dia menduga petasan itu adalah milik anaknya yang saat ini sedang di luar kota. Karena saat ditemukan, petasan tersebut berada di gudang dekat kamar tidur anaknya.
“Saya takut berjualan petasan. Petasan itu mungkin saja milik anak saya. Bisa saja ada orang yang iseng menaruh petasan di dalam gudang saya,” kilah tersangka. (big/aim)