Sebelum Terbakar, Didin Sempat Main Bola

Rumah duka keluarga Didin yang tampak sepi, usai kebakaran yang merenggut nyawa Didin.

JABUNG- Kematian Muhammad Didin, warga  Desa Slamparejo RT 02 RW 03 Kecamatan Jabung, akibat terbakar saat mengisi bensin ke dalam botol di rumahnya Selasa (22/7) sore, mengundang duka bagi masyarakat. Pemuda berusia 15 tahun dikenal pribadi yang baik, mudah bergaul dan taat beragama.
“Biasanya sore usai mengisi bensin, Didin langsung ke musala untuk salat Ashar dan dilanjutkan mengaji Al-Quran. Mengaji dan saat adzan juga suaranya bagus,” kata Suprapto, salah seorang tetangga korban bernama kepada Malang Post kemarin.
Dijelaskannya, Didin merupakan anak nomor kedua dari pasangan suami istri Lutfiah, 45 tahun dan Muhamad Solikan, 50 tahun. Sedangkan kakanya bernama Mustofa, 23 tahun sudah bekerja. Sedangkan adiknya bernama Imela masih duduk di bagku TK. Selain itu, Didin juga diketahui sebagai anak yang berbakti kepada kedua orangtuanya.
Hal itu ditunjukan bahwa korban setiap sore membantu mempersiapkan perlengkapan kerja ayahnya sebagai penjaga lahan pertanian. Termasuk salah satunya yakni membantu menuangkan bensin kedalam botol, agar saat ayahnya bekerja setiap malam hari tidak kebingungan berangkat kerja dengan mudah menuangkan bensin ke sepeda motor
“Dia itu (Didin) dikenal taat terhadap orang tua. Bila disuruh itu juga penurut. Insya Allah Didin itu adalah anak yang soleh,” terang Suprapto.
Dia mengatakan, kaget dengan kejadian yang dialami korban. Padahal sebelumnya dia berncengkrama dengan korban. Bahkan anaknya sempat main bola dengan korban.
“Biasanya dia megisi bensin itu jauh dari tungku perapian. Ya mungkin sudah namanya takdir, insya Allah Didin masuk surga,” terangnya. Sedangkan keluarga korban masih terlihat shock dan tidak bisa dimintai keterangan. Ibu korban bernama Lutfiah tidak kuasa menahan tangis di dekat jenazah anak kesayangannya tersebut.
Sementara itu, nenek korban bernama Solati, 58 tahun mengatakan, anaknya baru saja masuk SMA Sunan Kali Jogo Jabung (SKJ). “Didin itu baru seminggu masuk sekolah di SKJ. Saat liburan ini, dia memang membantu persiapan pekerjaan ayahnya yang menjaga kebun milik juragannya,” katanya di tempat yang sama.
Salah satu usaha korban untuk membantu ayahnya yakni dengan menuangkan bensin dari jerigen ke dalam botol. Tujuannya supaya ayahnya tidak kesulitan menuangkan bensin ke dalam sepeda motornya. “Didin sudah biasa menuangkan bensin ke dalam botol. Mungkin saat itu dia kurang berhati-hati,” ucapnya lirih.
Saat kejadian, Solati saat itu sedang belanja di pasar. Dia mengaku kaget ketika pulang dapur rumahnya sudah terbakar dan cucunya juga ikut terbakar. “Didin itu anaknya baik, penurut sama orang tua dan tidak pernah minta yang macam-macam,” kata dia. Sedangkan jenazah Didin pada malam hari usai peristiwa langsung dimakamkan. (big/aim)