Hakim Bebaskan Pengurus RT Griyashanta

MALANG -  Kegembiraan warga perumahan Griyashanta Malang, kemarin meluap di ruang sidang utama Pengadilan Negeri (PN) Malang. Majelis hakim yang diketuai Harini SH, membebaskan Sekretaris RT08, Hari Subianto karena tidak terbukti melakukan penganiayaan terhadap M. Anugerah alias Huse, mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (UB). “Terdakwa Hari tidak terbukti melakukan penganiayaan karena bukti-bukti yang dilampirkan tidak sesuai dengan keterangan saksi-saksi yang hadir di persidangan,” kata Harini dalam amar putusannya itu.
Selain itu, keterangan Huse sebagai korban juga banyak yang bertolak belakang dengan keterangan saksi-saksi yang tinggal di rumah kontrakan, Griyashanta Blok L-216 Malang. Seperti  saat dalam penyidikan di Mapolsekta Lowokwaru, Huse mengaku dicekik Hari hingga lehernya memerah. Namun, dalam persidangan, terungkap bila tidak ada satupun saksi yang dihadirkan jaksa mengetahui kejadian itu. “Menimbang beberapa hal ini, majelis berpendapat bahwa terdakwa Hari tidak bersalah dan dibebaskan,” tegas dia.
Sebaliknya, Yuliono, satpam perumahan Griyashanta yang juga menjadi terdakwa dihukum dua bulan, dengan percobaan empat bulan tanpa harus menjalaninya di lapas. Menurut Harini, sesuai dengan visum et repertum yang dikeluarkan RSSA Malang nomor 08/VR/VI/2013 terhadap Huse, ditemukan luka di bibir dan lehernya. “Yang meringankan, terdakwa Yuliono mengakui perbuatannya dan menyesal. Meski demikian, yang menjadi pertimbangan adalah hukuman ini sebagai pembelajaran untuk masyarakat,” urainya.
Artinya, masih menurutnya, apabila masyarakat melihat pelanggaran hukum, janganlah melakukan penyelesaian dengan melanggar hukum pula. “Meskipun apa yang dilakukan terdakwa adalah memberikan pendidikan kepada korban agar tidak membawa wanita lagi masuk ke dalam rumah kontrakan hingga malam hari. Maksudnya baik. Dia diberikan wewenang untuk menegakkan aturan. Namun ini malah disalahartikan oleh korban,” pungkas Harini.
Putusan tersebut, langsung disambut sukacita. Hari yang duduk di kursi terdakwa langsung berdiri, bertakbir dan sujud syukur. Tak urung hakim Harini sempat menghentikan pembacaan putusan, saat melihat Hari sujud syukur. Selain itu, usai sidang ditutup, warga langsung menyalami tiga hakim tersebut. (mar)