Mobil Tabrak Dua Motor, Satu Tewas

MALANG – Niat Mariyo (50), warga Desa Kanigoro Pagelaran ikut Kasemin (40) sekeluarga untuk bermain ke rumah saudara mereka yang ada di Kota Malang berakhir tragis. Mariyo harus meregang nyawa sebelum sampai ke tujuan dan anggota keluarga yang lain mengalami luka-luka akibat kecelakaan di Jalan Raya Sukosari Kecamatan Gondanglegi, pada H+3 lebaran, kemarin (31/7/14).
Mariyo dan Kasemin berkendara beriringan menuju Kota Malang. Mariyo membonceng dua keponakannya Yuni dan Robbi (masing-masing 14 tahun), sedangkan Kasemin membonceng sang istri Kalimah (40). Sekitar pukul 13.40 WIB, saat melintas di Jalan Raya Sukosari dari barat ke timur, tiba-tiba dari arah berlawanan mobil Hijet biru yang dikemudikan Bambang dengan kecepatan tinggi oleng ke kanan   dan menabrak Honda Beat yang dikendarai Mariyo dan Honda Astrea yang dikemudikan Kasemin.
Akibat benturan yang sangat keras, dua motor tersebut beserta pengendaranya terpental jatuh. Mariyo meninggal karena luka kepala serius, sedangkan kedua keponakannya selamat meski mengalami luka lecet di wajah dan kaki. Sedangkan Kasemin dan istri juga mengalami luka lecet di tangan dan kaki. Hingga berita ini ditulis, mereka masih syok dengan peristiwa tersebut.
“Kami berlima berangkat dari rumah dengan naik dua motor. Saya dengan bapaknya (suami, red) naik Honda Astrea Prima. Sedangkan Mariyo  dengan anak-anak berboncengan naik motor. Kami mau bermain ke Malang ke tempat saudara. Tidak tahunya mengalami kecelakaan,” jelas Kalimah, salah satu korban luka sembari mengatakan lagi, kecelakaan terjadi karena mobil Hijet tiba-tiba oleng ke kanan.
Sementara itu, usai menabrak dua motor, mobil Hijet dengan delapan penumpang yang sebagian anak-anak itu langsung terbalik. Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu pun lalu berdatangan untuk menolong para korban. Delapan penumpang itu adalah rombongan satu keluarga. Mereka berniat pulang setelah berwisata ke Masjid Tiban di Turen.
“Ada delapan orang dengan sopirnya. Kami semuanya masih saudara. Di dalam mobil yang anak-anak hanya tiga orang. Saya, Aqilla, 7 tahun serta Devi, 12 tahun. Yang selamat saya dan Aqilla, sedangkan yang lain dirawat di dalam,” terang Taskiyah, 11 tahun, salah satu penumpang mobil Hijet yang selamat saat ditemui di depan ruang UGD RS Islam Gondanglegi.
Hingga sore kemarin, ke sepuluh korban luka-luka masih menjalani perawatan. Untuk kasus kecelakaannya, kemarin langsung ditangani Unit Laka Lantas Polres Malang. “Korban yang luka-luka banyak. Semuanya langsung dibawa mobil Identifikasi Polres Malang yang kebetulan melintas ke RS Islam Gondanglegi,” ujar Ali, salah satu saksi mata di lokasi kejadian kepada Malang Post.
Kanitlaka Polres Malang, Iptu M Lutfi mengatakan kasus kecelakaan sudah ditangani. Ketiga kendaraan yang terlibat sudah diamankan sebagai barang bukti. “Sedangkan untuk penyebab kecelakaan, masih kami lakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi dan hasil dari olah TKP nantinya,” tegas mantan Kanitreskrim Polsek Gondanglegi ini.
Laka Menurun Dibanding Tahun Lalu
Selama operasi ketupat dalam rangka pengamanan Lebaran tahun ini, angka kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) di Polres Malang mengalami penurunan. Jika di tahun lalu sebelumnya angka kecelakaan ada 20 kasus, tahun ini menurun menjadi 15 kasus.
"Untuk sementara ini, baru terdapat 15 kasus laka lantas. Dari jumlah itu, hanya satu kejadian yang menyebabkan satu nyawa melayang," ujar Kasat Lantas Polres Malang AKP Bobby Adimas Chandra Putra kepada Malang Post kemarin.
Dia menjelaskan, laka lantas yang menyebabkan korban tewas itu terjadi di Kecamatan Gondanglegi kemarin. Sebelumnya, juga terjadi peristiwa terbakarnya mobil Grand Livina di Kecamatan Lawang. Sedangkan mayoritas kecelakaan terjadi pada kendaraan sepeda motor. "Laka lantas yang menonjol hanya di Gondanglegi dan peristiwa terbakarnya mobil Grand Livina di Lawang yang menyebabkan kemacetan panjang," terangnya.
Menurutnya, sebagian besar kecelakaan bermula dari pelanggaran lalu lintas dan kurang konsentrasi saat berkendara. Sedangkan penyebab kecelakaan lain, dia menyebut adalah kondisi jalan yang kurang layak dan berlubang.
"Untuk itu, saya mengimbau kepada pengendara jalan supaya berhati-hati dan taat terhadap rambu-rambu lalu lintas. Terlebih puncak arus balik bakal terjadi akhir pekan ini," terang perwira pertama dengan tiga balok di pundaknya tersebut.
Sedangkan untuk menekan angka kecelakaan, dia telah menempuh berbagai upaya. Di antaranya menutup sejumlah u-turn atau putaran hingga memaksimalkan kinerja jajarannya yang berada di lapangan.
Salah satunya menyiagakan petugas satlantas Polres Malang untuk mengamankan di beberapa titik jalan yang dilewati kendaraan arus mudik. "Tentunya kami berharap trend positif ini bertahan hingga berakhirnya waktu operasi ketupat. Diharapkan pula pada operasi ketupat edisi berikutnya, angka laka lantas juga semakin turun,” pungkasnya. (agp/big/han)