Tubuh Wisatawan Terjepit Karang

Dua Hari Hilang di Bajulmati, Belum Ditemukan
MALANG – Upaya pencarian terhadap tubuh dua pemuda warga Jalan Bromo, Desa Dilem, Kecamatan Kepanjen yang hilang terseret ombak di Pantai Bajulmati Desa Gajahrejo, Gedangan, hingga Jumat (1/8) sore belum membuahkan hasil. Petugas SAR gabungan masih berusaha melakukan pencarian.
“Sampai saat ini (kemarin sore, red) masih belum ada tanda-tanda munculnya tubuh kedua korban. Kami bersama dengan petugas SAR gabungan berjumlah sekitar 35 orang, masih melakukan pencarian,” ungkap Kasatpolair Polres Malang, AKP Slamet Prayitno.
Dua pemuda dilaporkan hilang tergulung ombak, Kamis (31/7) sore. Keduanya Bayu Hari Mulyono, 21 tahun serta Antok Lulut Wahyudi, 24 tahun. Mereka terseret ombak ke tengah laut saat mandi dan foto-foto di bibir pantai. Saat tergulung ombak, dua temannya Feri Susanto, 20 tahun dan Candra, 21 tahun yang duduk di pasir hanya melihat dan tidak bisa menolong.
“Sebelum tenggelam mereka sudah diingatkan tiga kali oleh petugas untuk tidak mandi, karena ombak laut tinggi. Tetapi mereka tetap saja nekat hingga akhirnya tergulung ombak,” ujar Slamet.
Pencarian terhadap tubuh kedua korban, hanya dilakukan dengan menyisir bibir pantai. Petugas tidak berani melakukan pencarian ke tengah laut dengan perahu, mengingat gelombang sangat besar.
“Kami hanya memantau dari sekitar bibir pantai. Namun kami juga meminta kepada nelayan yang melaut, untuk ikut memantau dari tengah. Termasuk, berkoordinasi dengan petugas Polairut Polres Blitar, jika ada korban tenggelam di Pantai Bajulmati,” terangnya.
Berapa hari kemungkinan tubuh kedua korban bisa ditemukan ? Slamet mengaku tidak bisa memprediksikan. Pasalnya Pantai Bajulmati merupakan laut lepas, berbeda dengan Pantai Sendangbiru yang bisa diprediksikan.
Kapolsek Gedangan, AKP Edi Sunyata juga menyatakan hal yang sama. Ia tidak bisa memprediksi kapan tubuh kedua korban bisa ditemukan. “Kalau dari pengalaman dari Tim SAR, kalau sore ini (kemarin sore, red) tidak ada tanda-tanda muncul, maka akan lama muncul dan bahkan tidak muncul. Tetapi kami tetap akan berusaha maksimal melakukan pencarian selama sepekan,” tutur Edi Sunyata.
Selain menyisir sekitar pantai, upaya pencarian juga dilakukan pihak keluarga serta perangkat desa dengan meminta bantuan orang pintar (paranormal). Kemarin, pakaian kedua korban yang biasa dipakai, dilarung di lokasi tenggelam dengan harapan supaya tubuh mereka bisa segera ditemukan.
Bahkan dari penerawangan paranormal, diketahui kalau tubuh kedua korban sudah terpisah. Tubuh Antok Lulut Wahyudi berada di sekitar rawa yang berjarak beberapa ratusan meter dari lokasi tenggelam. Sedangkan tubuh Bayu Hari Mulyono, terjepit di karang di sekitar watu bolong yang tak jauh dari lokasi tenggelam. “Namun pakaian yang mereka kenakan saat tenggelam sudah terlepas dari tubuhnya,” kata salah satu Tim SAR yang ikut melakukan pencarian tubuh kedua korban.(agp/feb)