Bayu Foto Bersama Nenek, Antok Makan Rujak

Agus Priyono dan Yayuk Heriyaningsih orang tua Bayu Hari Mulyono, ketika menunjukkan foto anaknya dalam HP.

MALANG – Keluarga kedua korban tenggelam di Pantai Bajulmati, Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, berharap tubuh kedua anaknya bisa segera ditemukan. Mereka optimis kalau tubuh Bayu Hari Mulyono, 21 tahun serta Antok Lulut Wahyudi, 24 tahun, masih selamat. Kendati sampai kemarin sore, masih belum ada tanda-tanda tubuh mereka muncul ke atas permukaan laut.
Saat Malang Post bertamu ke rumah Bayu di Jalan Bromo RT04 RW03 Desa Dilem Kepanjen, seluruh keluarga berkumpul. Termasuk kedua orangtuanya Agus Priyono dan Yayuk Heriyaningsih. Mereka terlihat cemas, dengan kedua matanya berkaca-kaca.
Bayu Hari Mulyono adalah anak bungsu dari dua bersaudara. Dia bekerja di perusahaan Batu Bara di Samarinda. Bayu pulang kampung Kamis (24/7) dan berencana kembali ke Samarinda pada, 3 Agustus nanti.
Sebelum Kamis (31/7) sore hilang tenggelam di Bajulmati, siangnya dia sempat nonton TV dengan ayahnya. Kemudian sekitar pukul 13.00, ia berpamitan untuk pergi jalan-jalan ke Pantai Bajulmati mumpung libur lebaran.
“Sebetulnya, tujuannya mereka mau ke Gunung Bromo. Tetapi karena rencananya mendadak, diganti bermain ke Pantai Bajulmati. Hari ini (kemarin, red) rencananya akan pergi ke Gunung Bromo,” terang Yayuk Heriyaningsih, ibu korban.
Keluarga mendapat kabar kalau Bayu hilang tenggelam diseret ombak, sekitar pukul 16.30 setelah dihubungi salah satu petugas SAR di Pantai Bajulmati. “Kami sama sekali tidak ada firasat apapun. Saat berangkat, anak saya ceria tidak ada tanda-tanda mencurigakan. Hanya sekitar pukul 16.00, tubuh saya tiba-tiba saja terasa lemas dan ngantuk,” tuturnya.
Pada saat lebaran, Bayu sempat meminta foto bareng dengan neneknya di HP. Alasannya foto itu untuk kenang-kenangan. “Kemarin sebelum tenggelam, Bayu juga sempat foto-foto dengan HP-nya. Salah satunya foto di jembatan sebelum Pantai Bajulmati,” sambung salah satu keluarganya sembari berharap Bayu ditemukan selamat.
Sementara itu, satu korban lagi Antok Lulut Wahyudi, 24 tahun, adalah anak bungsu dari tujuh bersaudara pasangan Imam Nako’i dan Suma’yah. Sebelum berpamitan pergi bermain ke Pantai Bajulmati, Antok sempat makan rujak di rumah bibinya. “Kalau saya tidak ada firasat. Dia terlihat ceria dan saat pergi berpamitan mau ke Pantai Bajulmati,” kata Imam Nako’i.
Firasat kalau musibah bakal dialami Antok, justru dialami keponakannya, Rosalia, (anak kakak kandungnya). Dua hari sebelum lebaran, Rosalia bermimpi kalau salah satu giginya terlepas. “Dan setelah lebaran saya bermimpi lagi, kalau di rumah ini (rumah Antok) acara masak-masak. Tidak tahunya itu adalah firasat buruk,” tutur Rosalia.(agp/feb)