Ditipu Lewat Telepon, Uang Rp 70 juta Amblas

Korban Rifai, 63 tahun, menunjukan bukti transfer ke rekening pelaku penipuan.

SINGOSARI- Aksi penipuan melalui telepon kembali terjadi. Kali ini menimpa Rifai, 63 tahun, warga Dusun Pentung Wulung Desa Toyomarto Kecamatan Singosari. Korban terpaksa harus kehilangan uang tabungan sebesar Rp 70 juta.
Menurut Rifai, usai membuat laporan di Mapolsek Singosari kemarin, kejahatan penipuan yang dialaminya itu tejadi pada Jumat (1/9) lalu. Saat itu istrinya,Kasmani, 45 tahun mendapatkan telepon tidak dikenal mengaku sebagai salah seorang petugas kepolisian yang mengatakan bahwa anaknya ditangkap polisi. Dikabarkan anaknya yang bekerja di pertambangan di Kalimantan ditangkap karena memiliki dan mengkonsumsi narkoba.
“Supaya masalah ini cepat selesai diminta transfer uang senilai Rp 80 juta untuk menebus anak saya,” terangnya. Saat mendapat telepon itu, sebenarnya dia tidak 100 persen sepenuhnya percaya. Dia sempat ragu dan khawatir terkait kondisi anaknya yang bernama Agus Prayogi, 19 tahun, akhirnya dia mencoba menghubunginya.
“Saat saya hubungi lewat telepon tidak bisa nyambung. Saat itu saya dan istri saya mulai khawatir,” katanya.
Keesokan harinya, pelaku penipuan itu kembali menelpon korban. Seketika itu juga, korban menyanggupi permintaan dari pelaku. Instruksi pelaku, korban diharuskan mentransfer sebanyak enam kali melalui rekening  berbeda-beda. Saat itu korban terlebih dahulu mentransfer ke empat rekening bank plat merah.
Pertama, korban mentransfer uang Rp 20 juta ke rekening atas nama Binsar Sijabat. Kedua, korban mentransfer uang Rp 20 juta ke rekening atas nama Dodi Hutagaol. Ketiga, korban mentransfer uang Rp 15 juta ke rekening atas nama Kasiaman Pasaribu. Terkahir di rekening Frans Hutaruk korban mentransfer Rp 15 juta.
“Kemudian pelaku menyuruh transfer sisanya Rp 10 juta keesokan harinya. Namun, saat sore hari, anak saya tiba-tiba telepon. Saya lalu sadar bahwa menjadi korban penipuan,” ucapnya.
Hal itu membuat korban lemas. Uang hasil jerih payahnya dari hasil tani yang dikumpulkan selama dua tahun lenyap begitu saja. Sementara itu, Kapolsek Singosari Kompol Deky Hermansyah menghimbau, kepada masyarakat supaya tidak mempercayai begitu saja telepon dan sms yang meminta uang. Sedangkan terkait laporan dari korban ini, tetap diterima dan dilakukan penyelidikan.
“Langkah yang akan dilakukan pertama kali, kami akan lacak nomor telepon yang menghubungi korban dan juga nomor rekening pelaku. Karena korban mempunyai bukti transfer tersebut,” ucapnya di tempat yang sama. (big/aim)