Putus Cinta, Pilih Kendat

Warga sekitar memadati rumah korban yang sekaligus tempat korban gantung diri mendatangi TKP.

KEPANJEN- Ketenangan warga sekitar Jalan Supriyadi Desa Mangunrejo Kecamatan Kepanjen mendadak gempar pada Senin (4/8) malam kemarin. Sukma Nur Trijaya Pratama (20) memilih mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di dapur rumahnya. Pemuda itu nekat mengakhiri hidupnya karena putus cinta.
“Dari hasil olah TKP sama sekali tidak ditemukan bekas tanda kekerasan. Korban meninggal dunia murni karena gantung diri,” ungkap Kapolsek Kepanjen Kompol Suyoto kepada Malang Post Senin (4/8) malam kemarin.
Diperoleh informasi, perisitiwa yang menggemparkan warga sekitar tersebut terjadi pukul 22.30 WIB. Saat kejadian, korban bderada di dalam rumah bersama kedua orang tuanya, ayah korban choiri, 46 tahun dan ibu korban Kosimatul, 43 tahun. Hanya saja, saat kejadian, keduanya sedang tidur terlelap di kamar.
Sebelum nekat gantung diri, sore harinya korban sempat mengirimkan SMS kekasihnya. Isi SMS tersebut, dia sangat sayang kekasihnya dan tidak mau ditinggalkan. Karena tidak ada balasan, usai maghrib korban mencoba berkirim pesan lagi. Tetapi lagi-lagi tidak mendapat jawaban dari kekasih pujaan hatinya tersebut.
Lantaran putus asa, korban lalu nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di dapur yang terletak di belakang rumah. Korban gantung diri menggunakan kain berwarna hitam dengan panjang 106 cm. Kejadian ini pertama kali diketahui ibu korban.
Saat itu Kosimatul yang terbangun menuju ke dapur belakang yang sudah mendapati anak tercintanya itu gantung diri. Dia lalu berteriak minta tolong hingga didengar warga sekitar. Warga yang berdatangan berusaha menolong korban yang masih terlihat kejang.
Tetapi usaha itu sia-sia karena nyawanya keburu melayang. Lantaran menganggap kematiannya tidak wajar, warga lalu melaporkan ke perangkat desa yang kemudian diteruskan dengan melapor ke petugas Polsek Kepanjen. Petugas yang mendapat laporan itu bergegas ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP. (big/aim)