Nyidam Blackberry, Sikat Empat Motor

BATU-Keinginan Ardy Hermawan Susanto, 21 tahun warga Jalan Trunojoyo Kelurahan Songgokerto, Kota Batu memiliki HP jenis Blackberry (BB) begitu kuat agar status sosialnya bisa meningkat dalam pergaulan. Namun keinginan itu justru diwujudkan dengan melakukan tindak pidana, yang berimbas dia dikurung di ruang tahanan Mapolsek Batu, apes.
Tindak pidana yang dilakukan brondong penggangguran ini, lewat penipuan sehingga dia mampu menggelapkan 4 unit motor yang justru milik teman sendiri. Antara lain, sepeda motor Honda Beat milik Tini Susanti, warga Keluahan Temas, Kecamatan Batu.
Kemudian motor Honda Beat milik Diah Ayu Ambarwati, warga Desa Pesanggrahan, juga dia gondol disusul Yamaha Vega ZR milik Didik, warga Songgokerto plus menggelapkan Yamaha Mio nopol M 3480 VU milik Pathrol Bari di depan areal parkir obyek wisata Jatim Park 1.’’ Kesemuanya tak saya lakukan sekaligus, melainkan bertahap,’’aku tersangka.
Kapolsek Batu, AKP Slamet Riadi mendampingi Kapolres Batu, AKBP Windiyanto Pratomo membenarkan bahwa pihaknya telah meringkus Ardy saat mudik lebaran setelah beberapa bulan hidup dalam buruan.“Setelah menggelapkan 4 motor, dia langsung menghilang.  Dan baru kemarin kami dapat kabar bila tersangka pulang untuk berlebaran, kami pun mengepung rumahnya untuk meringkus tersangka,” terang Kapolsek.
Keempat motor yang digelapkan tersebut, ternyata juga sudah dijual tersangka kepada Fauzi, salah seorang penadah. Motor Beat milik Tini laku seharga Rp 1,5 juta. Sedangkan motor Beat milik Diah Ayu, dijual seharga Rp 1,6 juta, demikian pula motor Vega milik Didik warga Songgokerto, dijual Rp 1,1 juta, sementara Yamaha Mio milik Bari, laku Rp 1,6 juta.
Transaksi penjualan barang hasil kejahatan itu, dia lakukan di Songgoriti. Praktis, dalam sekejap tersangka mengantongi fulus lumayan banyak. Lantas diapun bersenang-senang ke hiburan, membeli Handphone Blackberry dan sisanya untuk kebutuhan sehari-hari.’’ Saya memang sangat nyidam HP Blackberry,’’ujarnya.
Sayangnya, Ardi terkesan menutup-nutupi keberadaan Fauzi. Sang pendah. Kepada polisi dia hanya mengatakan tidak tahu dimana rumah Fauzi, padahal polisi menduga tersangka sudah sering bekerjasama.“Saya kenalnya lewat FB, FB-nya pun sekarang sudah tidak aktif. Pernah punya pin bb-nya, itu pun saya sudah didelcon (dihapus dari pertemanan-red),” akunya.
Ardi mengaku terinsipirasi untuk menggelapkan motor teman-temannya itu, karena butuh uang untuk kebutuhan sehari-hari. Ia pun memilih teman yang cukup dekat dengannya, lalu berpura-pura meminjam motornya sebentar, tapi langsung diembatnya.
Keempat temannya yang menjadi korban tersebut, memang awalnya tidak ada yang curiga hingga  dengan ikhlas menyerahkan motornya. Namun setelah ditunggu-tunggu beberapa saat, tersangka ternyata tidak kunjung kembali, saat dicari ke rumahnya pun, Ardi sudah tidak terlihat lagi batang hidungnya hingga mereka memutuskan mengadu ke polisi. (muh/lyo)