Tubuh Antok Ditemukan di Pacitan

MALANG – Tubuh Antok Lulut Wahyudi, satu dari dua korban tenggelam di Pantai Bajulmati, Desa Gajahrejo, Gedangan akhirnya ditemukan kemarin siang. Tubuh pemuda berusia 24 tahun ini ditemukan cukup jauh dari lokasi ia tenggelam. Dia ditemukan di Pantai Paciran Pacitan setelah tujuh hari hilang tenggelam.
Tubuh anak bungsu dari tujuh bersaudara pasangan Imam Nako’i dan Suma’yah warga Jalan Bromo, Desa Dilem, Kepanjen ini ditemukan oleh seorang nelayan sekitar pukul 11.00. Saat ditemukan kondisi tubuhnya sangat memprihatinkan. Selain kondisinya melepuh dan telanjang, wajahnya sudah tidak bisa dikenali.
“Hanya bekas luka di kaki yang menjadi petunjuk kalau korban tenggelam yang ditemukan itu diduga Antok. Keluarga sendiri, sudah kami informasikan dan membenarkan kalau Antok memiliki luka di kaki. Saat ini (kemarin petang, red) untuk memastikan kebenarannya, keluarga berangkat ke Pacitan untuk mengecek,” terang Kapolsek Gedangan AKP Edi Sunyata.
Dengan ditemukannya jenazah Antok, maka dari dua korban yang tenggelam di Pantai Bajulmati sudah ditemukan semuanya. Satu korban lainnya Bayu Hari Mulyono, 21 tahun, sudah ditemukan Senin (4/8) lalu di Pantai Banthol, Desa Banjarejo, Donomulyo setelah lima hari terombang-ambing di tengah laut. Saat ditemukan kondisinya juga sangat mengenaskan.
“Informasi penemuan tubuh korban tenggelam tersebut, berdasarkan hasil koordinasi dengan Tim Basarnas Provinsi Jatim yang ikut melakukan pencarian dan pemantauan,” ujar Edi, sembari mengatakan dengan ditemukannya tubuh korban maka pencarian dihentikan.
Kamis (31/7) sore, dua pemuda dilaporkan hilang tergulung ombak. Keduanya Bayu Hari Mulyono, 21 tahun serta Antok Lulut Wahyudi, 24 tahun. Mereka terseret ombak ke tengah laut saat mandi dan foto-foto selfie di bibir pantai.(agp/aim)