Ban Pecah, abrak Pembatas Jalan

SINGOSARI- Kecelakaan kembali terjadi di sepanjang Jalan Lawang-Singosari. Kali ini kecelakaan terjadi tepatnya di Jalan Raya Singosari-Surabaya (depan Sido Bangun) kemarin siang. Diduga pecah ban saat melaju, sebuah mini bus nopol N 7330 D dikemudikan Hadi Jaya, 53 tahun, warga Desa Jatiguwi Kecamatan Sumberpucung menabrak pembatas jalan.
Sopir dan salah seorang penumpang bernama Surini, 45 tahun warga Jatiguwi Kecamatan Sumberpucung mengalami luka di pelipis matas. Keduanya dilarikan ke Puskemas Ardimulyo untuk mendapatkan pengobatan. Kecelakaan itu menyebakan kemacetan panjang.
“Mini bus yang menabrak pembatas jalan tersebut, langsung kami evakuasi ke Markas Komando (Mako) 2 Polres Malang untuk diamankan” ujar Kepala Pos (Kapos) Lantas Singosari AKP Made Suwardhana kepada Malang Post kemarin.
Informasi yang berhasil dihimpun, kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 09.30 WIB.
Bus berpenumapang 16 orang tersebut berangkat dari Desa Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung menuju ke Bangil, Kabupaten Pasuruan. Mereka para petani yang akan menghadiri pertemuan petani di Bangil. Sopir memacu kendaraanya dengan kecepatan sedang. Tiba-tiba,  ban mini bus tersebut meledak.
“Sopir mengira ledakan ban tersebut bukan berasal dari kendaraanya. Sehingga sopir tetap melaju kendaraanya,” terang perwira pertama (Pama) dengan tiga balok di pundaknya tersebut. Sopir merasakan keanehan yang ada pada kendaraannya yang tidak bisa direm maupun dihentikan.
Kendaraan yang oleng ke kanan itu, langsung menabrak besi penutup u-turn atau putaran dan naik ke pembatas jalan. Kendaraan berhenti setelah menabrak tiang lampu penerangan jalan umum (PJU). Akibat benturan keras tersebut, membuat dua penumpang luka. Sedangkan penumpang yang lainnya berhamburan keluar dan menyelamatkan diri.
Petugas Laka Lantas Polres Malang yang menerima laporan kecelakaan itu, langsung menuju nlokasi kejadian untuk melakukan evakuasi. Evakuasi kendaraan naas itu, membuat kemacetan panjang. Karena proses evakuasi menggunakan kendaraan derek dan memakan jalur menuju ke Kota Malang. Proses evakuasi sekitar satu jam. (big/aim)