Polisi Jadwalkan Rekonstruksi

MALANG –Masih ingat dengan pembunuhan yang dilakukan oleh seorang istri di Dusun Wonokasian, Desa Pagedangan, Turen. Perempuan bernama Wiwid Kurdiwijayanti, 40 tahun itu membakar tubuh suaminya hidup-hidup. Peristiwa yang terjadi pada pertengahan Juli lalu, bakal direkonstruksi oleh penyidik Reskrim Polres Malang.
Penyidik akan meminta, tersangka Wiwid Kurdiwijayanti  memperagakan caranya membakar suaminya Tauhid, 39 tahun. Mulai dari awal ia bertengkar dengan suaminya, hingga menyulutkan api ke tubuh suaminya, setelah sebelumnya disiram dengan bensin.
Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat mengatakan, rekonstruksi pembunuhan tersebut, dilakukan untuk melengkapi berkas berita acara pemeriksaan (BAP) tersangka. “Sekaligus untuk mencocokkan keterangan tersangka Wiwid, dengan kejadian pembakaran yang sebenarnya,” ujarnya.
Untuk waktu rekonstruksi, mantan Kasatreskrim Polres Tuban ini mengaku akan dilaksanakan pada Selasa (12/7). Lokasinya masih belum ditentukan. Apakah cukup ditempatkan di Polres Malang atau rekonstruksi dilakukan di rumah tersangka yang menjadi TKP pembunuhan.
“Kalau tempatnya nanti tergantung dengan kondisi. Kalau kondisi di lokasi kejadian kondusif, mungkin bisa di lokasi langsung. Tetapi kalau ada ya terpaksa cukup di Polres Malang,” jelasnya.
Sekadar diketahui, karena sakit hati seorang istri di Dusun Wonokasian, Desa Pagedangan, Turen, tega membakar suaminya hingga meninggal dunia, pertengahan Juli lalu. Tauhid dibakar hidup-hidup dalam kamar yang kunci dari luar.
Tersangka Wiwid Kurdiwijayanti, mengaku sakit hati karena sering dipukuli oleh suaminya. Bahkan, Wiwid sebelumnya juga mengaku pernah mau dikabar oleh suaminya. Wiwid sempat tidak mengakui telah membunuh suaminya. Namun perbuatannya terbongkar setelah polisi mendapat bukti rekaman CCTV.(agp/ary)