Jebol Tembok, Lima Sapi Disikat Komplotan

SINGOSARI - Aksi kriminalitas berupa pencurian hewan ternak kembali terjadi di wilayah hukum Polres Malang. Kali ini, lima ekor sapi milik Amir, 60 tahun, warga Dusun Bodean Putuk RT 7 RW 4 Desa Toyomarto Kecamatan Singosari digondol maling. dini hari kemarin.
Akibatnya, korban mengalami kerugian lebih dari Rp 50 juta. Menurut korban, pada Kamis (7/8), seperti biasanya dia berjaga rutin tiap malam di kandang sapinya selama satu jam mulai pukul 21.00 WIB hingga 22.00 WIB. Usai berjaga rutin, korbanpun kembali ke rumahnya untuk beristirahat. Sebelum pulang, kakek tiga cucu ini memastikan pintu kandang sapinya dalam keadaan tertutup dan tergembok.
Keesokannya sekitar pukul 03.00 WIB, korban mempunyai firasat buruk terkait keberadaan lima sapinya di kandang. Diapun seketika itu juga bergegas menuju kandang. Saat melihat dari depan, Amir merasa sedikit lega, sebab pintu kandang dalam keadaan terkunci. Namun, ketika masuk dan melakukan pengecekan ke dalam, dia dikejutkan sapinya sudah raib.
“Saat saya masuk, lima sapinya sudah hilang. Saya lalu mencarinya di sekitar kandang menggunakan senter, barang kali sapinya berkeliaran di tempat lain,” kata Amir kepada Malang Post kemarin.
Saat mencari di sekitar kandang itulah, dia kembali dikejutkan tembok belakang kandangnya yang sudah berlubang berukuran besar. Sontak Amir sadar bahwa telah menjadi korban pencurian. Seketika itu juga, dia melaporkan peristiwa yang dialaminya kepada perangkat desa.
Kemudian dibantu oleh warga sekitar, korban dibantu mencari pelaku pencurian yang kemungkinan kabur belum jauh. Namun selama satu jam pencarian, tidak berhasil menemukan pelakunya.
Kemudian, korban diantar oleh perangkat desa melaporkan perisitiwa yang dialaminya itu ke Mapolsek Singosari. Sementara itu, petugas menduga pelaku pencurian lebih dari satu orang dan profesional. Karena untuk menjebol tembok berukuran besar tersebut, diperlukan tenaga yang banyak serta peralatan yang memadai. Belum lagi membawa lima sapi curian tersebut, juga bukan perkara yang gampang.
“Setelah berhasil menjebol tembok itu, kemudian sapi dituntun melewati lahan tebu. Setelah itu, kami duga sapi tersebut dinaikan ke kendaraan pickup atau truk yang telah menunggu di pinggir jalan,” terang Kanit Reskrim Polsek Singosari Ipda Poernomo.
Hal itu menurutnya dikuatkan dengan temuan bekas rerumputan yang terinjak oleh kaki manusia dan sapi saat dilakukan olah TKP. (big/ary)